Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, melakukan kunjungan penting ke India dalam upaya memperkuat hubungan bilateral dan mencari pasar baru untuk ekspor Kanada. Kunjungan ini menjadi momen strategis untuk menyegarkan kembali hubungan yang sempat membeku dan memperluas jaringan perdagangan Kanada di Asia.
Kunjungan yang dimulai Jumat ini lebih fokus pada diplomasi, meskipun para ahli mempertanyakan kemungkinan adanya kesepakatan ekonomi besar yang dapat langsung memperkuat ekonomi Kanada. Carney berkomitmen untuk memperluas mitra dagang Kanada, terutama di tengah memanasnya hubungan dengan Amerika Serikat. Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, India adalah pasar potensial yang sangat besar bagi produk-produk Kanada seperti minyak bumi dan gas alam.
Mengatasi Ketegangan Diplomatik
Salah satu tantangan utama Carney adalah memperbaiki hubungan diplomatik yang sempat memburuk sejak September tahun lalu. Ketegangan itu bermula dari tuduhan mantan PM Justin Trudeau kepada India terkait pembunuhan aktivis separatis Sikh di Kanada. India secara tegas membantah tuduhan tersebut, dan kedua negara sempat saling mengusir diplomat.
Setelah terjadi pembekuan hubungan, terobosan terjadi saat Carney mengundang Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk menghadiri KTT G7 di Alberta. Sejak saat itu, hubungan mulai mencair dan kedua negara menunjuk duta besar baru pada bulan September. Kerjasama bilateral pun mulai meningkat di sejumlah bidang seperti kecerdasan buatan, gas alam cair, mineral kritis, dan ketahanan rantai pasok.
Menurut Vina Nadjibulla, wakil presiden Asia Pacific Foundation of Canada, kunjungan ini merupakan langkah signifikan untuk memperkuat reset hubungan yang telah dimulai tahun lalu.
Mencari Mitra Dagang Alternatif
Hubungan dengan India juga terjadi pada saat pergeseran strategi perdagangan Kanada. Selama ini, AS adalah mitra dagang utama Kanada karena kedekatan geografis. Namun, kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump, termasuk tarif tinggi pada baja, aluminium, dan suku cadang mobil dari Kanada, memaksa Ottawa mencari alternatif.
Carney sendiri menolak tekanan AS, bahkan menerapkan tarif balasan terhadap produk-produk AS. Pada sebuah pidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, dia menegaskan pentingnya negara-negara berdaya sedang seperti Kanada untuk menghindari dominasi superpower dan membangun kerjasama yang adil serta saling menguntungkan.
Kunjungan ke India, serta perjalanan lanjutan ke Australia dan Jepang, dijadikan panggung bagi Carney untuk mempromosikan diplomasi “daya-tengah” yang menekankan kerjasama antar negara-negara menengah dalam kawasan Indo-Pasifik.
Pasar Energi yang Menjanjikan
Salah satu fokus utama dari kunjungan ini adalah memperluas ekspor Kanada di sektor energi, termasuk minyak, gas alam, uranium, serta mineral kritis lainnya. Kanada merupakan eksportir minyak mentah terbesar keempat dunia dengan nilai ekspor mencapai lebih dari 100,7 miliar dolar pada tahun ini.
Menurut MV Ramana dari University of British Columbia, Kanada juga tengah berupaya menempatkan diri sebagai eksportir uranium utama. Negara ini adalah produsen uranium terbesar kedua di dunia yang menjadi bahan bakar utama pembangkit tenaga nuklir. Kanada dan India memiliki sejarah panjang kerja sama nuklir, termasuk rencana kesepakatan senilai 2,8 miliar dolar dalam 10 tahun mendatang untuk pasokan uranium ke India.
Ramana juga memprediksi adanya pengumuman terkait proyek reaktor modular kecil (small modular reactors/SMR) yang sedang dikembangkan di Ontario. Proyek ini berpotensi menjadikan Kanada sebagai pelopor di bidang pembangkit energi nuklir kecil, meski menghadapi tantangan cost-efficiency dan keterlibatan perusahaan asal AS yang memegang lisensi desain SMR.
Pertimbangan Harga dan Strategi India
India sebagai negara dengan populasi terbesar dunia terus meningkatkan kebutuhan energinya. Menurut Tarun Khanna, pakar kebijakan energi, diskusi mengenai minyak dan gas kemungkinan besar ada dalam agenda kunjungan Carney.
Namun, India dikenal sebagai pasar yang peka terhadap harga dan sedang mencari pasokan energi dengan harga kompetitif. Konflik dagang dengan AS terkait tarif impor minyak Rusia sempat menjadi hambatan, meskipun tarif tersebut kini sudah dikurangi.
Khanna menekankan bahwa bagi India, keputusan membeli energi dari Kanada akan didasarkan pada kombinasi faktor harga dan strategi. Kanada harus menawarkan insentif menarik jika ingin memperluas pangsa pasarnya di India.
Kunjungan Mark Carney ke India menjadi langkah kunci dalam mendorong kerjasama ekonomi dan politik di kawasan Indo-Pasifik. Upaya ini menunjukkan tekad Kanada untuk mengatasi tantangan diplomatik sekaligus mencari peluang baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonominya secara berkelanjutan.









