Perdana Menteri Kanada Mark Carney melakukan kunjungan penting ke India dengan tujuan memperkuat hubungan bilateral dan mendorong diversifikasi mitra dagang negaranya. Kunjungan ini menandai langkah strategis di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Carney tiba di Mumbai, pusat keuangan India, dan dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin bisnis setempat. Selanjutnya, ia akan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi untuk membahas kerjasama di berbagai bidang seperti perdagangan, energi, teknologi, kecerdasan buatan, dan pertahanan.
Memperkuat Hubungan India-Kanada
Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah penting dalam mempererat hubungan kedua negara. “Kemitraan India-Kanada didasarkan pada nilai-nilai demokrasi yang sama, hubungan rakyat ke rakyat yang kuat, serta perluasan kerja sama di berbagai sektor,” ujar juru bicara kementerian, Randhir Jaiswal, melalui akun media sosial X.
Kunjungan ini juga merupakan upaya respons atas kebijakan proteksionis Amerika Serikat yang memberlakukan tarif tinggi terhadap sejumlah ekspor utama Kanada seperti baja, aluminium, dan suku cadang mobil. Carney berambisi menggandakan volume ekspor Kanada ke luar AS selama dekade berikutnya.
Potensi dan Target Perdagangan
Tahun lalu, Kanada dan India sepakat untuk melanjutkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas. Carney menargetkan peningkatan nilai perdagangan dua arah antara Kanada dan India lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030, dengan target tahunan mencapai 51 miliar dolar AS.
India, sebagai ekonomi terbesar dengan pertumbuhan tercepat di dunia, juga memposisikan diri untuk menarik lebih banyak investasi asing. Dana kekayaan dan dana pensiun Kanada telah menginvestasikan sekitar 73 miliar dolar AS di India. Selain itu, India berharap Kanada bisa turut mendukung ekspansi kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang ambisius.
Tantangan dalam Hubungan Diplomatik
Namun, kunjungan ini tidak terlepas dari latar belakang ketegangan diplomatik yang serius. Hubungan antara Kanada dan India memburuk setelah insiden pembunuhan aktivis Sikh yang tinggal di Kanada, Hardeep Singh Nijjar, yang diduga terkait dengan kelompok advokasi kemerdekaan Khalistan. Pemerintah Kanada menuduh keterlibatan pemerintah India dalam insiden tersebut, tuduhan yang sepenuhnya dibantah oleh New Delhi.
Ketegangan ini memicu pemulangan sejumlah diplomat dari kedua negara pada tahun ini. Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menegaskan bahwa isu-isu terkait penindasan lintas negara tetap menjadi perhatian utama dalam pertemuan di New Delhi.
Agenda Kunjungan Lanjutan
Setelah kunjungan resmi di India, Carney akan melanjutkan perjalanan ke Australia. Di sana, ia akan berbicara di parlemen dan membahas kerjasama di bidang militer, perdagangan, dan pertahanan. Selanjutnya, sebelum kembali ke Ottawa, Carney juga akan bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk memperkuat perdagangan khususnya di sektor kendaraan, energi, dan mineral penting.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Kanada untuk membangun kemitraan yang lebih beragam dan stabil di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Upaya diplomasi dan ekonomi yang dijalankan Carney di Asia bertujuan membuka peluang baru serta memperkuat posisi Kanada dalam jaringan perdagangan internasional.









