Email Ancaman Bom Ke Penari China Berujung Evakuasi Kediaman PM Australia, Apa Motif Di Balik Teror Misterius Ini?

Sebuah insiden keamanan serius terjadi di kediaman resmi Perdana Menteri Australia setelah adanya ancaman bom yang ditujukan kepada kelompok penari asal Tiongkok yang menentang pemerintah Beijing. Ancaman ini memaksa Perdana Menteri Anthony Albanese untuk dievakuasi dari kediamannya, The Lodge, di Canberra pada Selasa lalu.

Polisi menyatakan tidak menemukan benda mencurigakan setelah melakukan penggeledahan dan menegaskan tidak ada ancaman terhadap publik. Namun, pihak penyelenggara kelompok penari Shen Yun mengonfirmasi adanya email berisi ancaman bom yang mereka terima sebelum kejadian tersebut.

Ancaman Bom terhadap Kediaman PM Australia

Ancaman tersebut dikirim dua hari sebelum jadwal pertunjukan Shen Yun di Australia. Dalam email berbahasa Tiongkok itu, diklaim terdapat "jumlah besar bahan peledak nitrogliserin" yang ditempatkan di kediaman perdana menteri. Isi email memperingatkan bahwa jika pertunjukan tetap berlangsung, kediaman PM akan "diledakkan menjadi puing berdarah".

Lucy Zhao, Presiden Falun Dafa Association Australia sekaligus tuan rumah Shen Yun, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan ancaman ini ke aparat keamanan nasional, termasuk kepolisian. Ia menegaskan bahwa ancaman tersebut harus direspons dengan serius.

Latar Belakang Shen Yun dan Falun Gong

Kelompok penari Shen Yun berbasis di New York dan berafiliasi dengan gerakan spiritual Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa. Gerakan ini telah dilarang di Tiongkok sejak 1999 setelah aksi demonstrasi damai yang melibatkan ribuan pengikut di Beijing.

Pemerintah Tiongkok menyebut Falun Gong sebagai "kulit jahat" dan menyalahkan kelompok ini menggunakan pertunjukan Shen Yun sebagai alat politik untuk menyebarkan informasi sesat dan mengumpulkan dana.

Klarifikasi Pemerintah Tiongkok

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan tidak mengetahui fakta terkait insiden keamanan di kediaman PM Australia. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Tiongkok menentang segala bentuk kekerasan. Namun, juru bicara tersebut menolak anggapan bahwa pertunjukan Shen Yun merupakan event budaya biasa dan lebih menekankan aspek politisnya.

Dampak dan Popularitas Internasional

Menurut resolusi Parlemen Eropa, Falun Gong memiliki hampir 100 juta pengikut di seluruh dunia dan mengalami "penindasan berkelanjutan" di Tiongkok. Meski dilarang di negara asalnya, pertunjukan Shen Yun sangat populer secara global, menghasilkan pendapatan sebesar 46 juta dolar AS selama tahun 2022.

Penggunaan ancaman terhadap kelompok ini di Australia menunjukkan konflik politik yang terus berlangsung di ranah internasional terkait gerakan Falun Gong. Sementara itu, pemerintah Australia terus memonitor situasi untuk menjaga keamanan pejabat dan publik di tengah kontroversi budaya-politik ini.

Berita Terkait

Back to top button