Hillary Clinton menyatakan kepada komite kongres bahwa dirinya tidak memiliki informasi terkait pelanggaran kriminal Jeffrey Epstein. Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat itu menegaskan tidak ingat pernah bertemu dengan Epstein maupun menggunakan fasilitasnya seperti pesawat pribadi atau pulau pribadi milik Epstein.
Clinton memberikan pernyataan tersebut dalam sebuah deposisi tertutup di hadapan Komite Pengawasan Dewan Perwakilan di Chappaqua, New York. Sesi berlangsung selama tujuh jam, di mana Clinton juga menolak berbagai tuduhan konspirasi yang tidak berdasar, seperti hubungan dirinya dengan kasus "Pizzagate."
Pertanyaan dan Tuduhan dalam Sidang
Dalam kesaksiannya, Clinton mengaku beberapa kali mendapat pertanyaan berulang terkait Epstein. Ia juga mengungkapkan bahwa di akhir sesi, pertanyaan berubah menjadi hal-hal yang tidak relevan seperti UFO dan teori konspirasi. Clinton mengkritik panel yang dipimpin oleh Partai Republik karena dianggap berusaha mengalihkan perhatian dari hubungan Presiden Donald Trump dengan Epstein.
Panel kongres tersebut tengah menyelidiki sejumlah aspek, termasuk hubungan Epstein dengan keluarga Clinton, keterlibatan Epstein dalam kegiatan amal yang didukung Clinton, serta kaitannya dengan Ghislaine Maxwell, yang terlibat dalam kasus perdagangan seks.
Respons Komite dan Tuduhan Politik
James Comer, ketua Komite Pengawasan, membantah bahwa penyelidikan ini bersifat partisan. Ia menyatakan bahwa beberapa anggota Demokrat juga mendukung pemanggilan Clinton untuk memberikan kesaksian. Comer menegaskan bahwa tidak ada tuduhan langsung terhadap Clinton, namun ada banyak pertanyaan yang harus dijawab.
Komite juga akan mengupayakan transparansi dengan berencana menerbitkan rekaman transaksi dan video wawancara Clinton dan suaminya, mantan Presiden Bill Clinton. Bill Clinton dijadwalkan memberikan kesaksian sehari setelah Hillary.
Isu Dokumen dan Keterangan Tambahan
Dalam konferensi pers, Clinton mengatakan bahwa suaminya akan menegaskan sebagian besar orang yang pernah berhubungan dengan Epstein sebelum masa hukumannya tidak mengetahui aktivitas perdagangan seks yang dilakukan Epstein. Sementara itu, Demokrat teratas di komite, Robert Garcia, menuding Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Trump menyembunyikan dokumen penting terkait kasus Epstein.
Garcia menyebut bahwa dokumen yang hilang termasuk tuduhan terhadap Trump, yang pernah dikaitkan dengan Epstein, meskipun tidak ada bukti yang mengarah pada tindakan kriminal Trump. Departemen Kehakiman menyatakan akan meninjau kemungkinan ada dokumen yang sengaja ditahan dan berjanji mempublikasikannya jika perlu.
Keterkaitan Tokoh-Tokoh Besar dengan Epstein
Bill Clinton tercatat pernah menggunakan pesawat milik Epstein beberapa kali setelah ia meninggalkan jabatan presiden. Meski demikian, dia telah membantah keterlibatan langsung dan menyatakan penyesalan atas hubungan tersebut. Epstein juga dikabarkan sempat mengunjungi Gedung Putih sebanyak 17 kali saat Bill Clinton masih menjabat.
Selain keluarga Clinton dan Trump, investigasi juga menyorot keterlibatan tokoh-tokoh ternama lain seperti Howard Lutnick, CEO Tesla Elon Musk, dan bahkan sejumlah tokoh internasional seperti Pangeran Andrew dari Inggris. Kasus ini telah memicu penyelidikan pidana di luar AS terhadap beberapa pejabat dan pengusaha besar yang memiliki hubungan dengan Epstein.
Pemantauan terhadap perkembangan kasus Epstein terus berlangsung dengan fokus yang luas pada keterkaitan berbagai pihak terkemuka. Kesaksian Hillary dan Bill Clinton di depan komite pengawasan menjadi bagian penting dari proses pemeriksaan ini, sambil publik menunggu kelanjutan penyelidikan yang melibatkan nama-nama elite dunia.









