Situasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Israel. Masyarakat Israel merasa lelah menghadapi ancaman serangan, namun tetap siap menghadapi kemungkinan konflik yang meluas di kawasan.
Warga Israel menyadari bahwa ancaman perang bukan sesuatu yang baru bagi mereka. Seperti yang disampaikan oleh pengacara Maya Liya Cohen dari Haifa, ancaman serangan sudah menjadi "rutin" dan setiap saat mereka harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, baik yang secara langsung atau tidak langsung melibatkan negara mereka.
Memori serangan rudal dari Iran masih teringat jelas, terutama setelah serangkaian serangan balasan pada bulan Juni lalu yang memicu konflik selama 12 hari. Saat itu, Israel mengeluarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke wilayah Iran, yang memicu serangan balasan melalui drone dan rudal. AS juga sempat ikut melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dalam rangka mendukung sekutunya.
Konflik tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 30 orang dan kerusakan signifikan pada berbagai institusi publik, termasuk rumah sakit dan pangkalan militer. Pengalaman pahit inilah yang membuat masyarakat Israel selalu memiliki tempat aman lengkap dengan persediaan air dan paket darurat yang siap digunakan kapan saja.
Kesiapan dan Ketahanan Warga
Selain persiapan fisik, kesiapan mental juga menjadi fokus penting. Shira Pinkas, seorang penulis sekaligus guru yoga dari Kiryat Ono, mengatakan bahwa rasa lelah dan stres akibat ketidakpastian sangat dirasakan, terutama bagi keluarga dengan anak-anak. Namun, dia berusaha membangun ketahanan diri dengan mempersiapkan tas darurat dan terus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.
Pengalaman serangan sebelumnya juga mengingatkan bahwa ruang perlindungan “mamad” yang ada di setiap gedung apartemen, meskipun memberikan keamanan, tidak selalu menjamin keselamatan sepenuhnya. Oleh karena itu, Pinkas sering mengungsikan keluarganya ke tempat yang lebih aman seperti ruang bawah tanah yang telah disiapkan.
Menurutnya, kunci untuk bertahan menghadapi ancaman yang tidak pasti adalah dengan mengubah cara pandang dan bersikap lebih tangguh secara mental agar dapat terus menjalani kehidupan walaupun diikuti rasa gelisah.
Respons Militer dan Keamanan Publik
Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, menyatakan bahwa mereka sangat menyadari perasaan tidak menentu yang dirasakan masyarakat. Militer terus memantau perkembangan situasi di Iran dan tetap siaga untuk melakukan pertahanan jika diperlukan.
Defrin menggarisbawahi bahwa militer bekerja secara erat bersama para mitra strategisnya untuk memperkuat postur pertahanan Israel. Panduan keselamatan bagi masyarakat masih tetap berlaku tanpa perubahan, menunjukkan stabilitas dalam komunikasi dan kesiapsiagaan yang dibangun oleh pemerintah.
Langkah Amerika Serikat dan Kondisi Terkini
Presiden Amerika Serikat telah beberapa kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Namun Iran menegaskan bahwa AS harus mengurangi tuntutan yang dianggap berlebihan untuk dapat melanjutkan pembicaraan.
Sebagai langkah antisipasi, Amerika Serikat mengizinkan staf kedutaan non-darurat di Israel untuk meninggalkan negara itu demi alasan keamanan. Masyarakat asing yang ingin pergi disarankan segera berangkat sebelum penerbangan dibatasi.
Meski ketegangan tinggi, warga Israel seperti Yehuda Goldberg dari Haifa tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Mereka hidup dengan sikap waspada, namun tetap menikmati kemerdekaan dan keberadaan negara mereka yang menurutnya merupakan kehormatan dan kewajiban untuk dijaga.
Daftar Kesiapsiagaan Warga Israel
- Menyiapkan ruang aman di rumah yang dilengkapi persediaan air dan paket darurat.
- Menggunakan “mamad” atau ruang berlindung yang diperkuat di gedung apartemen.
- Mengemas tas darurat berisi kebutuhan penting untuk evakuasi cepat.
- Memiliki rencana evakuasi keluarga, terutama untuk anak-anak.
- Mengikuti informasi resmi dan panduan dari militer dan pemerintah terkait perkembangan situasi.
Persiapan matang dari masyarakat dan kesigapan militer menjadi penopang utama dalam menghadapi situasi yang belum pasti ini. Masyarakat Israel tetap waspada, sambil menjalani kehidupan sebaik mungkin di tengah ancaman yang mengintai dari Iran.









