Militer Israel atau Israel Defence Force (IDF) tengah menjadi sorotan karena data internalnya yang mengungkap keberadaan puluhan ribu personel dengan kewarganegaraan ganda. Menariknya, dalam daftar tersebut terdapat satu nama tentara yang disebut berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), meskipun Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Unggahan oleh akun Warfare Analysis (@warfareanalysis) pada 15 Februari 2026 membeberkan data resmi IDF terkait tentara dari negara-negara mayoritas Muslim dan Arab. Dalam daftar tersebut, selain negara-negara seperti UEA, Mesir, Maroko, dan Iran, tercantum pula Indonesia dengan angka personel satu orang yang turut bertugas di IDF. Klaim ini memicu kontroversi besar karena fakta tersebut bertentangan dengan kebijakan nasional Indonesia dan konstelasi politik internasional saat ini.
Komposisi Personel dengan Kewarganegaraan Asing di IDF
Data resmi yang diperoleh melalui permintaan keterbukaan informasi oleh kelompok advokasi Hatzlacha menunjukkan secara keseluruhan terdapat 50.632 personel IDF dengan kewarganegaraan selain Israel. Mayoritas berasal dari negara-negara Barat sebagai berikut:
- Amerika Serikat: 12.135 personel
- Prancis: 6.127 personel
- Rusia: Lebih dari 5.000 personel
- Jerman: Lebih dari 3.000 personel
- Ukraina: Sekitar 3.000 personel
- Inggris: 2.069 personel
- Rumania, Polandia, Ethiopia, Kanada: Masing-masing lebih dari 1.000 personel
Selain itu, terdapat juga kontingen signifikan personel dari negara-negara Asia Tengah seperti Uzbekistan (264 personel) dan Turkmenistan (31 personel). Jumlah warga negara Arab dan mayoritas Muslim yang tercatat cukup variatif, mulai dari Turki (112), Yaman (14), hingga Maroko (72).
Status Kewarganegaraan dan Kompleksitas Personel
Rincian data juga menunjukkan bahwa terdapat lapisan kompleksitas dalam status kewarganegaraan para personel IDF. Sebanyak 4.440 tentara memiliki dua kewarganegaraan asing selain kewarganegaraan Israel. Bahkan, 162 personel tercatat memiliki tiga kewarganegaraan asing sekaligus. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas dan jaringan global di dalam struktur militer Israel.
Jumlah tentara aktif di Israel diperkirakan mencapai 170.000 orang, didukung oleh pasukan cadangan yang mencapai 400.000 sampai 460.000 personel. Namun, data yang dirilis tidak memberikan penjelasan apakah angka personel berkewarganegaraan asing ini terdapat di pasukan aktif, cadangan, atau kombinasi keduanya.
Keterlibatan Personel Asing dalam Konflik Gaza
Selain data internal IDF, laporan investigasi dari Declassified UK juga menyoroti keterlibatan sejumlah besar warga Inggris di militer Israel. Sebanyak 1.686 personel memiliki kewarganegaraan ganda Inggris-Israel dan 383 lainnya memiliki kewarganegaraan Inggris, Israel, dan setidaknya satu kewarganegaraan tambahan. Total itu mencapai 2.069 personel dari Inggris yang terlibat dalam operasi militer di Gaza.
Fenomena personel asing dalam struktur militer Israel bukan hal baru, namun pengungkapan skala besar ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai globalisasi dalam dunia militer modern. Keterlibatan warga asing dengan latar belakang berbagai kewarganegaraan menambah dimensi yang kompleks pada dinamika keamanan Israel.
Penting untuk mencermati bagaimana keberagaman kewarganegaraan di tubuh IDF ini akan mempengaruhi kebijakan militer serta hubungan geopolitik di masa depan. Pengungkapan adanya satu personel berstatus WNI dalam militer Israel tetap menjadi bahan perdebatan dan akan menjadi sorotan menarik dalam diskursus internasional dan domestik.
Baca selengkapnya di: www.suara.com