Pemilihan khusus di utara Inggris yang awalnya diprediksi akan berlangsung ketat, justru berakhir dengan kemenangan telak bagi seorang plumber berusia 34 tahun bernama Hannah Spencer. Ia berhasil merebut kursi di daerah Gorton dan Denton, dekat kota Manchester, dengan memperoleh 14.890 suara atau lebih dari 40% total suara yang masuk. Sementara itu, partai Reform UK, yang dianggap sebagai pesaing utama dalam jajak pendapat nasional, hanya mendapatkan 10.578 suara dan Labour Party justru tercecer di posisi ketiga dengan 9.364 suara, sekitar 25% dari total.
Hannah Spencer merupakan anggota dewan lokal yang dikenal aktif dan mengkampanyekan isu biaya hidup yang semakin tinggi. Ia memutuskan terjun ke politik karena merasa bahwa kerja keras kini tidak lagi berbuah manis seperti dulu, di mana masyarakat yang bekerja keras tak lagi mampu membeli rumah, memberikan kebutuhan dasar bagi anaknya, atau bahkan menghangatkan rumah. Pernyataan tersebut memantulkan rasa frustrasi warga kelas pekerja yang menjadi basis pemilih tradisional Partai Buruh (Labour), namun kini mulai mencari alternatif baru.
Kegagalan Strategi Partai Buruh
Kalahnya Labour dalam pemilihan ini menjadi pukulan berat bagi Keir Starmer, pemimpin Partai Buruh dan Perdana Menteri, mengingat daerah ini merupakan basis kuat partainya. Pada pemilu sebelumnya, Andrew Gwynne, anggota parlemen yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan, berhasil meraih lebih dari 50% suara. Kekalahan tersebut juga membantah klaim Starmer bahwa hanya Partai Buruh yang bisa menghentikan kebangkitan Reform UK sebagai calon pemerintahan berikutnya.
Keputusan Partai Buruh untuk menjadikan Reform UK sebagai "oposisi nyata" dan menyesuaikan kebijakan dengan pendekatan keras terhadap imigrasi kini dipertanyakan. Analis politik Anand Menon dari King’s College London menyebut strategi ini berisiko mengusik pemilih progresif. Hal ini terbukti waktu berjalan, dimana Labour justru kehilangan dukungan dari sayap kiri karena usaha menarik suara sayap kanan.
Peran Green Party dan Implikasi Politik
Kemenangan Spencer sebagai anggota Green Party menjadikan partainya sekarang memiliki lima kursi di parlemen Inggris dengan total 650 kursi. Ini merupakan kali pertama Green Party berhasil memenangkan pemilihan sela, yang membawa dampak positif menjelang pemilihan lokal mendatang. Zack Polanski, pemimpin Green Party, menganggap kemenangan ini sebagai pertanda berakhirnya dominasi Partai Buruh dan mengumumkan awal perjuangan dalam pemilihan lokal yang segera tiba.
Green Party berhasil menarik dukungan dari komunitas etnis minoritas di daerah pemilihan tersebut. Mereka bahkan menerbitkan materi kampanye dalam bahasa Urdu dan Bangla, yang menunjukkan pendekatan inklusif berbeda dengan Reform UK. Spencer dalam pidato kemenangannya menolak gubernur partai Reform yang selama kampanye menyatakan bahwa orang keturunan etnis minoritas yang lahir di Inggris belum tentu dianggap British.
Kritik dan Kontroversi Pemilihan
Pasca hasil tersebut, ada tuduhan dari Nigel Farage, pemimpin Reform UK, tentang "pemungutan suara sektarian" dan kecurangan tanpa bukti. Namun, kelompok pengawas Demokrasi Volunteers mengamati adanya tingkat "pemungutan suara keluarga" yang sangat tinggi, sebuah praktik di mana anggota keluarga mempengaruhi suara seseorang.
Selain itu, keputusan Partai Buruh menghalangi Andy Burnham, Walikota Greater Manchester dan tokoh populer, untuk maju dalam pemilihan ini juga dikritik. Karl Turner, anggota parlemen Partai Buruh, mengaku telah meminta agar Starmer membiarkan Burnham bertarung karena yakin Burnham pasti menang. Penyelenggaraan pemilihan anggota parlemen lebih awal dari jadwal juga dinilai malah menguntungkan Green Party yang diproyeksi mendapat momentum pada pemilihan lokal yang akan datang.
Starmer mengakui hasil ini “sangat mengecewakan” dan menyadari bahwa para pemilih semakin tidak sabar menunggu perubahan. Sementara itu, Zack Polanski menegaskan bahwa kemenangan ini akan mengubah lanskap politik Inggris secara signifikan, membuka jalan bagi alternatif di luar dua partai besar yang selama ini mendominasi.
Hannah Spencer, sang plumber beralih menjadi politisi, kini menjadi simbol perubahan dalam politik Inggris. Kemenangannya tidak hanya menunjukkan ketidakpuasan kelas pekerja terhadap partai tradisional, tetapi juga menandai pergeseran strategis dan dinamika baru yang dapat memengaruhi perpolitikan nasional ke depan.









