US Dan Israel Meluncurkan Serangan Roket Terkoordinasi Ke Jantung Iran, Ketegangan Nuklir Mencekam Dunia!

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan misil gabungan ke ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu pagi. Operasi ini diberi nama “Operation Epic Fury” dan telah direncanakan selama beberapa bulan, melibatkan serangan udara dan laut oleh militer AS.

Presiden Donald Trump mengumumkan operasi ini melalui video berdurasi delapan menit yang diposting di platform Truth Social. Ia menegaskan bahwa tujuan serangan adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman mendesak dari rezim Iran yang dianggap sangat berbahaya.

Serangan ini terjadi di tengah upaya AS memaksa Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir. Trump menegaskan bahwa kebijakan AS adalah mencegah rezim yang dianggap teroris itu memiliki senjata nuklir dalam segala kondisi.

Pada saat yang sama, Bahrain melaporkan bahwa markas armada ke-5 Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan misil. Trump juga memperingatkan kemungkinan adanya korban jiwa di pihak Amerika karena konflik bersenjata, yang menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang sering terjadi pada perang.

Serangan Balasan dari Israel

Israel memberikan peringatan kepada warganya bahwa Iran melancarkan serangan misil ke wilayah Israel. Ledakan terdengar di utara Israel saat sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat misil yang masuk. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam rezim Iran dan menilai mereka sebagai ancaman bagi umat manusia.

Netanyahu menyatakan, “Rezim teroris ini tidak boleh dipersenjatai dengan senjata nuklir yang dapat mengancam seluruh umat manusia.” Ia juga menambahkan bahwa aksi bersama ini diharapkan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Militer Israel menginstruksikan penduduk untuk tetap berada di ruang perlindungan saat sirene serangan udara berbunyi di seluruh negeri. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghilangkan ancaman terhadap negara mereka.

Penutupan Ruang Udara dan Instruksi Perlindungan

Seiring operasi militer yang berlangsung, Departemen Luar Negeri AS mengimbau warga Amerika di Iran untuk tetap tinggal di tempat aman sampai pemberitahuan lebih lanjut. Israel telah menyatakan keadaan darurat dan menutup ruang udaranya untuk penerbangan sipil pada hari Sabtu. Iran juga menutup ruang udara dan mematikan layanan ponsel.

Kedutaan AS di Bahrain, Yordania, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan perintah perlindungan bagi para staf dan menganjurkan semua warga Amerika yang berada di wilayah tersebut untuk melakukan hal yang sama. Serangan terjadi saat bulan Ramadan, di mana mayoritas penduduk Iran menjalani puasa sepanjang hari.

Ketegangan yang meningkat antara AS, Israel, dan Iran ini menjadi perhatian internasional di tengah pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung. Operasi militer gabungan ini diprediksi akan berdampak pada dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah secara signifikan.

Berita Terkait

Back to top button