Serangkaian serangan udara Israel kembali menghantam wilayah selatan Lebanon, khususnya di kawasan al-Tuffah, termasuk daerah Blat dan Wadi Barghouti. Serangan ini merupakan pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, pada November lalu.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hezbollah di wilayah selatan Lebanon. Namun, sejumlah laporan menyebut bahwa serangan itu juga mengenai area sipil dan fasilitas umum, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga setempat.
Serangan di Wilayah al-Tuffah dan Markaba
Sumber dari Al Jazeera melaporkan, hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat serangan terbaru tersebut. Sebagian besar serangan udara diarahkan ke daerah terbuka di wilayah perbukitan dan hutan sekitar al-Tuffah. Pesawat militer Israel juga masih melakukan patroli udara secara intensif di wilayah tersebut.
Sementara itu, saluran media Lebanon, Al-Mayadeen, mengonfirmasi bahwa pesawat militer Israel melakukan serangan berkali-kali di daerah perbukitan al-Tuffah. Media Hezbollah, Al-Manar TV, menambahkan bahwa drone Israel jenis “quadcopter” kembali menjatuhkan bom di kota Markaba untuk ketiga kalinya.
Korban Jiwa Akibat Serangan di Bekaa Valley
Selain serangan di al-Tuffah, serangan udara Israel yang terjadi di Lembah Bekaa menewaskan satu orang dan melukai 29 lainnya. Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa korban tewas adalah seorang remaja Suriah berusia 16 tahun bernama Hussein Mohsen al-Khalaf. Lokasinya berada di Kfar Dan dekat Baalbek.
Pelanggaran Gencatan Senjata Berkelanjutan
Meski perjanjian gencatan senjata diumumkan pada November lalu, militer Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon. Menurut data PBB, lebih dari 300 orang tewas sejak saat itu, termasuk 127 warga sipil. Perang antara Israel dan Lebanon yang dimulai pada Oktober tahun lalu serta eskalasi skala penuh pada September menyebabkan lebih dari 4.000 korban jiwa dan sekitar 17.000 luka-luka.
Dalam pekan terakhir, serangan Israel di Bekaa Valley dan kamp pengungsi Palestina Ein el-Hilweh menewaskan setidaknya 12 orang. Israel menegaskan bahwa sasaran utamanya adalah pusat komando Hezbollah dan Hamas.
Status Gencatan Senjata dan Disarmament Hezbollah
Pemerintah Lebanon melaporkan bahwa tahap pertama komitmen gencatan senjata untuk melucuti senjata Hezbollah di selatan Sungai Litani hampir selesai, dengan rencana penyelesaian tahap kedua dalam waktu empat bulan ke depan. Namun, Hezbollah menolak klaim ini, menyatakan bahwa perjanjian tersebut hanya berlaku untuk wilayah di selatan sungai.
Kelompok tersebut juga bersikeras tidak akan melucuti persenjataannya selama Israel terus menyerang dan menduduki sebagian wilayah Lebanon. Kondisi ini menunjukkan ketegangan yang belum mereda, meskipun sudah ada kesepakatan gencatan senjata internasional.
Dampak dan Kondisi Terbaru
Serangan udara Israel yang terus berlangsung mempengaruhi aktivitas warga dan menghambat proses rekonstruksi desa-desa perbatasan. Penduduk yang sebelumnya mengungsi masih sulit untuk kembali ke rumah mereka karena situasi keamanan yang terus memburuk.
Konflik yang terus berlangsung di wilayah perbatasan menunjukkan bahwa perdamaian penuh antara Israel dan Lebanon masih sulit tercapai, terutama dengan kehadiran kekuatan bersenjata seperti Hezbollah dan campur tangan militer Israel. Perkembangan ini akan terus mempengaruhi stabilitas kawasan dan keselamatan penduduk sipil di Lebanon selatan.
