Iran Pertahankan Serangan Balasan, Tuduh AS Pengkhianat Perdamaian Dunia dan Hancurkan Negosiasi Nuklir

Author: Qoo Media

Iran menegaskan haknya untuk membalas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tindakan pembelaan diri tersebut sejalan dengan hukum internasional dan Piagam PBB.

Serangan besar-besaran dilancarkan oleh AS dan Israel di beberapa kota Iran, termasuk Teheran. Menurut media Iran yang mengutip Palang Merah Merah, minimal 201 orang tewas akibat serangan tersebut. Iran membalas dengan meluncurkan misil ke arah target militer Amerika dan Israel yang tersebar di Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Baghaei menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran “melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayah dari tindakan agresi barbar ini.” Serangan ini terjadi segera setelah putaran ketiga negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran terkait program nuklir Iran berakhir pada Jumat lalu. Negosiasi tersebut, menurut Baghaei, berlangsung cukup baik meskipun berujung kegagalan.

Menurut Baghaei, serangan AS yang dilancarkan terhadap anggota PBB lain menimbulkan ancaman serius bagi organisasi internasional. Dia menuturkan, “Piagam PBB, sebagai pilar utama, mengatur penggunaan kekuatan. Tindakan agresi ini bukan hanya mengancam keamanan kawasan dan Iran, tapi juga keseluruhan tatanan hukum internasional.”

Penjelasan tentang Retaliatory Strikes Iran

  1. Iran menggunakan haknya untuk melawan dengan kekuatan penuh berdasarkan hukum internasional.
  2. Serangan militer AS dan Israel menyebabkan korban jiwa yang signifikan di Iran.
  3. Iran menargetkan lokasi dukungan logistik serta fasilitas militer AS dan Israel di beberapa negara tetangga.
  4. Semua aksi balasan ini dinilai sebagai langkah pembelaan dan bukan serangan terhadap negara-negara sahabat di wilayah.

Baghaei menekankan bahwa Iran tidak menyerang negara-negara di kawasan secara langsung karena hubungan persahabatan yang kuat. Menurutnya, “Setiap tempat yang memberikan dukungan kepada agresor adalah target yang sah bagi negara yang menjadi korban agresi.” Iran juga berupaya menggalang proses diplomasi dengan negara-negara regional demi menjaga stabilitas bersama.

Kecaman Iran terhadap AS tidak hanya soal serangan fisik, tapi juga soal pengkhianatan terhadap proses negosiasi. Baghaei mengingatkan bahwa hal ini menimbulkan ketidakpercayaan yang mendalam. Amerika dianggap melancarkan perang agresi yang merugikan semua pihak, termasuk negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Retaliasi Iran atas serangan itu bukan hanya soal mempertahankan kedaulatan nasional, tetapi juga mempertahankan norma-norma hukum internasional. Pernyataan resmi kementerian luar negeri Iran menggarisbawahi posisi negara tersebut yang berpegang pada hukum dan aturan internasional sambil mengutuk agresi yang dianggap merusak stabilitas regional dan global.

Terbaru