Siapa Sosok Senior Iran Tewas Dalam Serangan Terkoordinasi AS-Israel, Dampaknya Bagi Kepemimpinan dan Keamanan Nasional?

Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu malam. Kematian Khamenei yang berusia 86 tahun ini juga disertai hilangnya anggota keluarga dekat seperti putri, menantu, dan cucunya.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa pembunuhan Khamenei merupakan "deklarasi perang terbuka terhadap umat Muslim," khususnya pemeluk Syiah. Ia menyebut peristiwa ini sebagai ujian terbesar yang dihadapi dunia Islam saat ini.

Ali Shamkhani pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Iran dan merupakan penasihat dekat Khamenei. Ia berperan penting dalam negosiasi nuklir Iran dengan Amerika Serikat. Shamkhani juga pernah menjadi sasaran serangan Israel pada 2025 dan pernah terluka parah, namun berhasil selamat.

Shamkhani memimpin Dewan Pertahanan yang mengkoordinasi kebijakan pertahanan dan keamanan nasional Iran setelah perang pada 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran selama sepuluh tahun hingga 2023.

Abdolrahim Mousavi menjabat Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, diangkat oleh Khamenei beberapa hari setelah serangan Israel pada pertengahan 2025. Mousavi juga merupakan mantan Panglima Angkatan Darat dari 2017 hingga 2025.

Mousavi terlibat dalam pengembangan rudal balistik, sistem drone, serta peluncuran ruang angkasa yang banyak dikritik Barat. Ia pernah disanksi oleh AS, Uni Eropa, Inggris, dan Australia karena dugaan pelanggaran HAM saat menangani protes November 2019 di Iran.

Aziz Nasirzadeh adalah Menteri Pertahanan Iran dalam pemerintahan Pezeshkian pasca pemilu 2024. Sebelumnya, Nasirzadeh menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata dan komandan Angkatan Udara dari 2018 hingga 2021.

Saat ancaman serangan AS dan Israel pada 2025, Nasirzadeh memperingatkan bahwa Iran siap menargetkan pangkalan militer AS di kawasan jika diserang duluan. Ia juga dikenal kritis terhadap tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Mohammad Pakpour memimpin Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sejak Juni 2025 hingga meninggal dunia. Pakpour mengawali karir militer dalam IRGC dan sebelumnya memimpin pasukan darat IRGC selama 16 tahun.

Pakpour dikenal sebagai salah satu komandan senior yang membangun kekuatan tempur dan operasi IRGC, serta memimpin divisi tempur selama perang Iran-Irak di dekade 1980-an. Ia mendapat kepercayaan dari Khamenei untuk memimpin IRGC tingkat atas.

Pengganti Para Pejabat Senior Iran akan diambil alih sementara oleh sebuah dewan tiga orang yang terdiri atas Presiden Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga (Guardian Council).

Alireza Arafi, pemimpin agama yang juga anggota Guardian Council, ditunjuk menjadi bagian dewan tersebut untuk menjalankan tugas kepemimpinan tertinggi sampai Majelis Ahli memilih pengganti resmi Khamenei.

Sementara itu, komandan IRGC yang baru belum pasti. Dalam media lokal yang terkait IRGC, deputi komandan Ahmad Vahidi disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Ia baru dua bulan lalu diangkat oleh Khamenei sebelum serangan fatal itu terjadi.

Kematian tokoh-tokoh kunci dalam serangan AS dan Israel ini menandai perubahan besar dalam struktur pemerintahan dan militer Iran. Situasi politik dan keamanan di wilayah tersebut diperkirakan akan mengalami dinamika baru yang signifikan dalam waktu dekat.

Exit mobile version