Pencarian orang hilang di Meksiko semakin terbantu dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Inisiatif terbaru menggunakan AI untuk membangun kembali wajah dan mengidentifikasi tato pada jenazah tak dikenal guna mempercepat proses identifikasi dan membantu keluarga menemukan sanak saudara mereka. Teknologi ini merupakan bagian dari respons inovatif terhadap lebih dari 132.000 kasus orang hilang yang telah dicatat sejak tahun 1964.
Salah satu proyek AI yang menonjol adalah IdentIA, sebuah alat yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengenali dan mengklasifikasikan foto tato pada mayat yang belum teridentifikasi. Teknologi ini menggunakan pencarian berbasis vektor sehingga dapat bekerja secara offline tanpa mengunggah data ke internet, menjaga kerahasiaan informasi. Implementasi IdentIA telah dimulai di negara bagian Jalisco dan tengah diperluas ke layanan forensik di Quintana Roo dan Zacatecas.
Pemanfaatan AI untuk Menganalisis Data dan Menyatukan File Terpisah
Lab-Co, sebuah lembaga non-pemerintah yang mengembangkan solusi berbasis AI, juga merilis ContextIA. Alat ini memungkinkan pemrosesan dan penarikan data dari berkas investigasi yang tidak terstruktur dengan cepat dan presisi. ContextIA mampu mencari informasi seperti nomor telepon atau plat kendaraan serta mengaitkan data dari beberapa basis data berbeda. Hal ini membantu mengatasi hambatan utama dalam pencarian, yakni data yang tersebar dan tidak saling terhubung.
Selain itu, Lab-Co menggunakan teknologi untuk analisis nama yang fleksibel, membantu mencocokkan individu dalam basis data meskipun ada variasi penulisan nama. Penggabungan data ini penting mengingat kesulitan menghubungkan jenazah yang teridentifikasi dengan keluarga korban karena ketidaktahuan akan keberadaan mereka, atau perbedaan sistem di berbagai wilayah.
Restorasi Wajah untuk Memudahkan Identifikasi
Bukan hanya data teks, AI juga dipakai untuk pemulihan citra wajah. Teknologi "inpainting" digunakan oleh Kantor Kejaksaan Kota Meksiko untuk memperbaiki foto wajah jenazah yang rusak atau buram sebelum diedarkan kepada publik dan keluarga. Pendekatan ini mengurangi dampak psikologis yang sering muncul akibat melihat foto tubuh yang mengenaskan dan membantu fokus pencarian dengan citra yang lebih jelas dan realistis.
Perkembangan Wajah Anak yang Hilang
Pendekatan khusus juga ditujukan untuk anak-anak yang menghilang. Proyek Regresa yang dikembangkan Universitas Nasional Otonom Meksiko (UNAM) memanfaatkan AI serta antropologi fisik dan sosial guna memproyeksikan bagaimana rupa anak-anak yang hilang akan berkembang seiring waktu. Algoritma ini berupaya menyesuaikan aspek biologis dan morfologi wajah khas penduduk Meksiko, sehingga hasil proyeksi lebih akurat dan mudah dikenali oleh keluarga atau publik.
Langkah-Langkah Kunci dalam Implementasi AI Pencarian Orang Hilang
- Digitalisasi dan klasifikasi tanda pengenal seperti tato menggunakan IdentIA.
- Integrasi dan analisis data tidak terstruktur dengan ContextIA.
- Penyempurnaan dan pencocokan data nama di berbagai basis data forensik.
- Restorasi dan pembersihan gambar wajah menggunakan teknik AI "inpainting".
- Proyeksi wajah usia lanjut atau perkembangan anak-anak yang hilang melalui algoritma antropologi.
Pengembangan ini didukung oleh pendanaan dari Uni Eropa dan Kedutaan Besar Inggris melalui inisiatif Frontier Tech Hub. Para ahli menegaskan bahwa teknologi ini bukan solusi ajaib, melainkan alat yang mempercepat dan mempermudah pengolahan data dalam krisis besar terkait hilangnya banyak orang dalam konteks kekerasan dan kejahatan terorganisir di Meksiko.
Adopsi AI di berbagai badan pencarian dan forensik diharapkan meningkatkan kolaborasi serta konsistensi data di seluruh negeri. Pemerintah Meksiko juga berupaya meningkatkan respons terhadap kasus orang hilang dengan memperkuat sistem pencatatan dan penanganan serta memperlakukan kasus ini dengan tingkat keseriusan yang setara dengan penculikan. Dengan demikian, teknologi ini memberi harapan baru dalam mengatasi tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Meksiko.







