Drone Kiriman Iran Hantam Pangkalan Udara Inggris di Siprus, Kerusakan Minim Namun Ketegangan Memuncak di Tengah Konflik Regional

Sebuah serangan drone mengenai pangkalan udara milik Inggris di Akrotiri, Cyprus, yang menyebabkan kerusakan terbatas tanpa menimbulkan korban jiwa. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat terkait konflik antara Iran dan beberapa negara Barat.

Drone buatan Iran tipe Shahed menghantam landasan pacu pangkalan pada dini hari, seperti dijelaskan Presiden Cyprus, Nikos Christodoulides. Meskipun sumber peluncuran drone belum teridentifikasi, serangan ini memicu respons siaga tinggi dari pihak keamanan Cyprus.

Pada hari berikutnya, dua drone lainnya yang menuju pangkalan Akrotiri berhasil diintersep. Pemberitahuan serangan ini disampaikan melalui akun media sosial resmi pemerintah Cyprus, yang juga menyebutkan adanya bunyi sirene dan aktivitas pesawat di pangkalan tersebut.

Pangkalan udara Akrotiri merupakan wilayah kedaulatan Inggris di Cyprus, yang sering digunakan untuk operasi militer di Timur Tengah. Baru-baru ini, Inggris menambah aset udaranya di lokasi tersebut sebagai persiapan kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

Meski awalnya negara Inggris menyatakan pangkalan tersebut tidak digunakan untuk operasi serangan, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengonfirmasi bahwa Inggris memberikan izin penggunaan pangkalan untuk serangan defensif bersama Amerika Serikat terhadap fasilitas penyimpanan rudal Iran.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyebut bahwa Inggris menjadi sasaran Iran dan menekankan bahwa Amerika Serikat belum meminta akses pangkalan Akrotiri secara langsung. Hal ini menandai eskalasi baru yang membawa wilayah Cyprus, anggota Uni Eropa, semakin dekat ke konflik.

Presiden Christodoulides menegaskan bahwa Cyprus tidak akan terlibat dalam kegiatan militer dan seluruh aparat keamanan negara tersebut dalam kondisi siaga penuh. Negara ini juga sedang menjabat sebagai presiden bergilir Uni Eropa saat ini.

Dukungan terhadap Cyprus datang dari beberapa pihak, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ia menyatakan solidaritas penuh Uni Eropa terhadap anggota blok yang mengalami serangan. Sementara itu, Menteri Pertahanan Yunani mengumumkan pengiriman kapal fregat dilengkapi sistem anti-drone serta dua jet tempur F-16 ke kawasan Cyprus.

Menurut seorang pejabat Uni Eropa yang enggan disebutkan namanya, Iran berupaya memperluas konflik dan melibatkan negara-negara Eropa. Pernyataan ini menguatkan kesan bahwa serangan tersebut sengaja diarahkan untuk menjadikan Cyprus sebagai arena pertempuran geopolitik.

Warga sekitar pangkalan, termasuk penduduk desa Akrotiri, memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka mengambil perlindungan di barak militer di wilayah Limassol untuk menghindari potensi bahaya dari insiden drone tersebut.

British Sovereign Base Areas di Cyprus menampung sekitar 7.000 personel militer Inggris beserta keluarga mereka. Wilayah tersebut meliputi hampir 3 persen dari daratan Pulau Cyprus dan juga menjadi lokasi pos pengawasan sinyal penting dalam operasi intelijen Inggris.

Dari rangkaian kejadian ini dapat dipahami bahwa serangan drone buatan Iran ke pangkalan udara Inggris di Cyprus bukan hanya masalah lokal, tetapi juga bagian dari dinamika konflik internasional yang lebih luas. Negara-negara Eropa kini menghadapi tekanan keamanan yang meningkat di wilayah Mediterania timur.

Terkait