Tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat jatuh di wilayah Kuwait akibat insiden tembakan tembakan sesama (friendly fire) oleh pertahanan udara Kuwait. Keenam awak pesawat berhasil menggunakan kursi pelontar dan dievakuasi dengan selamat, menurut pernyataan resmi dari Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Insiden tersebut terjadi saat pesawat-pesawat tersebut terlibat dalam operasi militer melawan Iran yang dikenal dengan nama Operasi Epic Fury. Penyebab pasti dari kecelakaan ini masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang terkait.
Kronologi dan Lokasi Insiden
Pertahanan udara Kuwait secara tidak sengaja menembak jatuh ketiga pesawat tempur itu pada Minggu malam waktu ET. Video yang diverifikasi menunjukkan satu pesawat jatuh dekat pangkalan udara Ali Al Salem milik AS, dengan asap hitam tebal dan pilot meluncur dari pesawat menggunakan parasut.
Rekaman lain memperlihatkan seorang pilot dalam pakaian lengkap berdiri di gurun dekat lokasi pendaratan parasutnya, sekitar 30 kilometer dari pangkalan udara tersebut. Pihak Kuwait mengkonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan langsung dilakukan setelah insiden terjadi.
Tanggapan dan Kondisi Awak Pesawat
Kuwait dan Amerika Serikat saat ini berkoordinasi secara langsung dalam menanggapi insiden ini. Semua awak pesawat telah dipindahkan ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan dan perawatan medis yang diperlukan. Kondisi mereka dilaporkan stabil oleh kementerian pertahanan Kuwait.
Col. Said Al-Atwan, juru bicara kementerian pertahanan Kuwait, menyampaikan bahwa operasi pencarian dan evakuasi sudah berjalan efektif sejak awal. CENTCOM sendiri mengapresiasi dukungan pasukan pertahanan Kuwait dalam operasi yang masih berlangsung tersebut.
Konteks dan Dampak Militer
Kecelakaan terjadi di tengah eskalasi konflik militer di wilayah Teluk, di mana serangan-serangan dari pesawat Iran, rudal balistik, dan drone terus meningkat. Selain F-15E, pasukan AS juga mengerahkan berbagai aset militer lainnya, termasuk pesawat tempur F-18, F-16, F-22, F-35, serta alat pengintai dan kapal perang.
Menurut CENTCOM, lebih dari 1.000 target militer Iran telah menjadi sasaran serangan yang menitikberatkan pada pusat komando, kapal-kapal Angkatan Laut Iran, dan markas Korps Garda Revolusi Islam. Insiden penembakan ini menjadi hal yang sensitif dan rutin memicu penyelidikan menyeluruh setiap kali terjadi kecelakaan pesawat militer AS di luar negeri.
Harga dan Kerugian Materiil
Setiap pesawat tempur F-15E Strike Eagle dapat bernilai puluhan juta dolar AS. Jatuhnya tiga pesawat ini menimbulkan kerugian finansial yang besar selain dari risiko keselamatan awaknya yang berhasil diselamatkan.
Kasus ini menambah daftar insiden serupa, seperti pada awal tahun di mana kapal AS salah menembak sebuah F/A-18 yang sedang beroperasi di Laut Merah. Dalam setiap kejadian tersebut, prosedur penyelidikan dan evakuasi menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan personel.
Pihak-pihak terkait terus melakukan upaya pengungkapan fakta lengkap dari insiden ini untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa depan. Saat ini, fokus utama adalah memastikan keamanan personel dan kelancaran operasi militer yang masih berjalan.







