Serangan terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel menargetkan Iran selama akhir pekan, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah tokoh senior lainnya. Aksi ini memicu reaksi keras dari Iran dan memperluas konflik menjadi perang regional yang semakin meluas.
Presiden AS Donald Trump menyebut kampanye ini bisa berlangsung selama beberapa minggu. Sekutu AS berjanji membantu menghentikan serangan rudal dan drone Iran. Kelompok militan Lebanon, Hezbollah, mengaku melakukan serangan ke Israel untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, dan Israel membalas serangan tersebut.
Kondisi di Iran
Khamenei, yang berusia 86 tahun, tewas saat kompleksnya dibom pada Sabtu pagi. Situs misil balistik, markas angkatan laut, serta kapal perang Iran turut diserang. Iran juga menyatakan lokasi pengayaan nuklir Natanz menjadi sasaran serangan, meskipun Israel dan AS belum mengonfirmasi hal ini. Israel hanya menyebut menyerang "infrastruktur nuklir dan kepemimpinan."
Khamenei tidak meninggalkan penerus resmi. Iran membentuk dewan kepemimpinan tiga orang, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan pemilihan pemimpin baru akan selesai dalam "satu atau dua hari." Di tengah pembatasan internet ketat, muncul perayaan kecil atas kematian Khamenei. Iran membalas serangan dengan menyerang Israel dan pangkalan AS di wilayah tersebut.
Sementara itu, laporan menunjukkan empat personel militer AS meninggal dunia, menjadi korban pertama dalam konflik ini. Negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Kuwait juga melaporkan korban jiwa dan gangguan penerbangan akibat serangan Iran.
Pergerakan Amerika Serikat
Serangan ini terjadi setelah AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan ke tingkat tertinggi dalam beberapa dekade. Pemerintah AS dan Israel melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan para pemimpin senior Iran. Trump mengumumkan bahwa serangan bom "berat dan tepat sasaran" akan berlanjut selama beberapa minggu.
AS membuka kemungkinan berkomunikasi dengan pemimpin baru Iran di masa depan. Namun, beberapa anggota Kongres mengkritik serangan ini karena dilakukan tanpa persetujuan legislatif, sementara kalangan lain mempertanyakan dasar hukum serangan tersebut.
Peran Israel dalam Konflik
Israel memandang Iran sebagai ancaman eksistensial, dengan tujuan menghentikan program nuklir dan misil balistik Iran. Selain itu, Israel juga menyerang kelompok bersenjata sekutu Iran seperti Hamas di Gaza dan Hezbollah di Lebanon. Setelah serangan Hamas pada Oktober tahun lalu memicu perang di Gaza, Israel menjanjikan serangan tanpa henti terhadap sasaran Iran.
Pada puncaknya, sekitar 100 jet tempur Israel menyerang target di Teheran secara bersamaan. Netanyahu mengklaim keberhasilan dalam menjaga keamanan Israel meski beberapa warga Israel berlindung dari serangan rudal Iran yang sebagian besar berhasil dicegat.
Namun, ancaman tetap datang dari kelompok pro-Iran seperti pemberontak Houthi di Yaman yang berencana melanjutkan serangan di jalur pelayaran Laut Merah dan ke Israel.
Dampak Regional dan Global
Intensitas konflik jauh lebih tinggi dibandingkan perang tahun lalu antara Israel dan Iran. Ratusan serangan rudal dan drone Iran telah menyebabkan kepanikan di negara Teluk yang sebelumnya relatif tenang. Bandara utama Dubai sempat terdampak, dan penerbangan internasional mengalami gangguan serius.
Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat serangan dan memanggil Duta Besar Iran. Enam negara Teluk menegaskan hak mereka untuk membela diri, sementara Qatar mengklaim menembak jatuh dua pembom Iran. Harga minyak dunia meroket saat pasar buka, khawatir pasokan dari wilayah strategis tersebut akan terganggu. Serangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kecemasan soal suplai minyak global.
Merespons ketegangan ini, delapan negara anggota kartel minyak OPEC+ memutuskan meningkatkan produksi minyak mentah. Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mulai menelaah dampak serangan terhadap program nuklir Iran dalam pertemuan Dewan Gubernur.
Fokus Perkembangan Selanjutnya
Perkembangan yang perlu diikuti meliputi serangan militer lanjutan dari kedua belah pihak, proses pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran, dan reaksi masyarakat Iran terhadap krisis ini. Selain itu, pengaruh serangan tersebut terhadap pasukan AS dan upaya diplomasi juga menjadi perhatian. Di tingkat regional, keberlanjutan serangan oleh kelompok proxy Iran serta dampaknya pada stabilitas Teluk sangat penting untuk diwaspadai.
Secara global, situasi ini berpotensi memengaruhi harga minyak dan negosiasi internasional terkait program nuklir Iran. Kondisi yang semakin dinamis ini menjadi penentu arah konflik di kawasan Timur Tengah dan keamanan dunia secara umum.







