Polisi India Bentrok Dengan Pengunjuk Rasa Pro-Khamenei di Kashmir, Sekolah Ditutup dan Jalan Disekat Saat Ketegangan Memuncak

Polisi di Kashmir yang dikelola India menembakkan gas air mata saat bentrokan dengan ribuan pengunjuk rasa pendukung pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Aksi bentrokan berlangsung pada hari kedua setelah demonstrasi besar-besaran menentang pembunuhan Khamenei oleh serangan yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Pihak berwenang menutup sekolah dan perguruan tinggi selama dua hari serta membatasi pergerakan masyarakat dengan menjebol jalan-jalan utama. Langkah ini diambil sebagai tindakan antisipasi setelah organisasi Muslim yang dipimpin oleh ulama utama wilayah, Mirwaiz Umar Farooq, menyerukan pemogokan.

Bentrokan di Srinagar dan Wilayah Lainnya
Para pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan ketika mereka dicegah untuk menuju alun-alun utama di Srinagar, ibu kota Kashmir, yang telah dijaga ketat. Demonstrasi juga terjadi di berbagai wilayah lain di lembah Kashmir, di mana para peserta membawa potret Khamenei, jenderal Iran yang tewas, Qasem Soleimani, serta Hassan Nasrallah dari kelompok militan Lebanon, Hezbollah.

Massa aksi meneriakkan slogan anti-Israel dan anti-AS sambil mengibarkan bendera yang terkait dengan Iran dan Hezbollah. Seorang polisi anonim mengatakan bahwa penggunaan gas air mata dilakukan setelah peringatan untuk menghentikan aksi tidak diindahkan.

Latar Belakang Simpati terhadap Iran di Kashmir
Kashmir memiliki populasi Muslim Syiah yang signifikan dan hubungan sejarah dengan Iran. Sarjana Iran pernah memperkenalkan Islam serta kerajinan tangan bernilai tinggi ke wilayah tersebut. Pada kunjungan tunggalnya ke Kashmir pada era 1980-an, Khamenei mendapat sambutan hangat dari warga setempat.

Ketua Menteri Kashmir, Omar Abdullah, yang tidak mengendalikan pasukan keamanan, meminta agar para pengunjuk rasa diizinkan untuk berkabung secara damai. Abdullah juga menyarankan agar polisi tidak menggunakan kekerasan atau langkah-langkah pengekangan.

Reaksi dan Dampak Regional
Pembunuhan Khamenei serta para pemimpin militer teratas Iran memicu serangan balasan dari pihak Iran terhadap target Israel dan beberapa lokasi di Teluk. Ketegangan ini memperuncing situasi keamanan di wilayah tersebut, termasuk Kashmir, yang menjadi titik rawan eskalasi.

Berikut adalah rangkuman tindakan yang diambil oleh otoritas Kashmir selama demonstrasi:

  1. Penutupan sekolah dan perguruan tinggi selama dua hari.
  2. Pembatasan pergerakan publik melalui pemblokiran jalan utama.
  3. Penjagaan ketat di titik-titik strategis, terutama di Srinagar.
  4. Penutupan akses ke alun-alun utama untuk mencegah kerumunan besar.
  5. Penggunaan gas air mata oleh polisi sebagai upaya pengendalian massa.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berusaha meredam ketegangan di tengah gelombang protes warga yang menolak pembunuhan tokoh Iran ini. Namun, situasi tetap memicu kecemasan karena potensi konflik berlanjut di kawasan sensitif ini.

Berita Terkait

Back to top button