Hezbollah Gempur Tiga Basis Militer Israel Balas Serangan Udara di Lebanon, Konflik Memanas di Perbatasan Selatan

Author: Qoo Media

Kelompok militan Lebanon, Hezbollah, mengaku menargetkan tiga pangkalan militer Israel sebagai balasan atas serangan udara Israel di wilayah Lebanon. Serangan Israel tersebut menyasar beberapa markas kuat Hezbollah, termasuk kawasan pinggiran selatan Beirut yang padat penduduk.

Israel terus melancarkan serangan udara secara berturut-turut, terutama di sekitar pinggiran selatan Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Peringatan evakuasi sudah dikeluarkan bagi warga di area tersebut, sementara otoritas Lebanon mencatat sekitar 29.000 orang telah mengungsi akibat serangan ini.

Pada Selasa pagi, pihak Israel mengumumkan dimulainya ronde baru serangan simultan yang menyasar target di Tehran dan Beirut. Militer Israel juga mengerahkan pasukan ke beberapa titik di perbatasan selatan Lebanon sebagai langkah “pertahanan maju”.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan otoritas telah memberi izin kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk menguasai posisi strategis tambahan di Lebanon. Tujuannya adalah mencegah serangan terhadap komunitas perbatasan Israel yang rentan.

Konflik meluas ketika Lebanon terseret ke dalam perang regional setelah serangan awal yang dilakukan oleh Hezbollah terhadap Israel pada Senin. Hezbollah menyatakan aksi ini sebagai upaya pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Respons cepat Israel adalah melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon. Pemerintah Lebanon juga mengumumkan larangan langsung terhadap aktivitas militer Hezbollah pada hari yang sama. Hezbollah mengklaim menggunakan drone serang untuk menargetkan pangkalan udara Ramat David dan basis pemantauan Meron di utara Israel.

Selain itu, kelompok tersebut mengatakan meluncurkan salvo roket ke basis Naffakh yang dikenal sebagai Camp Yitzhak di wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Menurut Hezbollah, tindakan tersebut merupakan reaksi terhadap agresi Israel yang mereka sebut “kriminal” terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon.

Sejak dini hari, wilayah pinggiran selatan Beirut menjadi sasaran banyak serangan udara yang menghantam berbagai bangunan. Media AFP melaporkan kolom asap besar membumbung tinggi dan menutupi langit di sekitar lokasi serangan.

Stasiun televisi Al-Manar milik Hezbollah melaporkan markas mereka di Beirut menjadi target serangan pada malam hari. Pada Selasa pagi, kantor stasiun radio Al-Nour yang juga milik Hezbollah turut dibom oleh Israel.

Hezbollah mengecam keras serangan tersebut karena menargetkan dua media sipil. Mereka menyebut hal ini sebagai upaya untuk “membungkam suara dan citra perlawanan” mereka di tengah konflik yang semakin memanas.

Terbaru