US Hancurkan Markas IRGC, Israel Gempur Tehran Lagi, Konflik Memanas dan Korban Sipil Meningkat Tajam!

Author: Qoo Media

Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan pusat komando dan fasilitas pertahanan udara milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Serangan bersama AS dan Israel ini berlangsung selama empat hari berturut-turut dan memicu balasan dari Tehran di berbagai wilayah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan, selain fasilitas komando, mereka juga menargetkan situs peluncuran misil dan drone. Namun, CENTCOM tidak membeberkan bukti atas klaim tersebut.

Serangan Meluas dan Dampak Korban

Hingga Senin, AS mengaku telah menyerang lebih dari 1.250 target di Iran dan menghancurkan 11 kapal perang Iran. Retaliasi Iran mengakibatkan enam personel militer AS tewas, semuanya berhubungan dengan serangan balasan Iran di Kuwait. Insiden ini juga melibatkan jatuhnya tiga pesawat tempur F-15E milik AS yang ditembak secara keliru oleh Kuwait. Keenam kru berhasil keluar dan selamat.

Di kota Qom, sekitar selatan Tehran, sebuah bangunan penting, yakni Gedung Majelis Ahli, rusak parah akibat serangan udara. Gedung ini memiliki fungsi krusial sebagai institusi kunci untuk memilih dan mendukung pemimpin tertinggi Iran sejak terbentuk pada 1979.

Menurut data dari Palang Merah Iran, sedikitnya 787 orang tewas akibat serangan ini, dengan 153 kabupaten terkena dampak. Serangan militer ke berbagai fasilitas juga menewaskan sejumlah tentara Iran, antara lain 13 personel di pangkalan militer Provinsi Kerman dan 5 anggota IRGC di Provinsi Bushehr.

Serangan Berlanjut di Tehran dan Wilayah Lain

Suara ledakan terus terdengar di ibu kota Tehran, termasuk juga di kota Isfahan dan Shiraz. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Israel melancarkan serangan beruntun yang menargetkan sistem pertahanan udara termasuk radar dan peluncur misil.

Adraee menyebutkan serangan juga menumpas personel yang mengoperasikan sistem pertahanan Iran serta menghancurkan lokasi peluncuran misil balistik. Selain itu, konflik meluas ke Lebanon dengan serangan Israel di Beirut yang menyasar posisi kelompok Hezbollah.

Warna-Warni Konflik yang Makin Berat

Pada hari Selasa, serangan Israel melibatkan target di pinggiran selatan Beirut dan Lebanon selatan yang menewaskan setidaknya 52 orang serta melukai 154 lainnya. Sebagai balasan, Hezbollah meluncurkan drone dalam serangan terhadap pangkalan udara Ramat David di utara Israel.

Presiden AS menegaskan bahwa operasi militer ini berpotensi berlangsung lebih lama dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan 4-5 minggu. Hal ini menunjukkan eskalasi konflik yang masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kekhawatiran PBB atas Serangan terhadap Warga Sipil

Para pejabat PBB sangat prihatin dengan serangan yang terjadi, terutama yang mempengaruhi warga sipil, sekolah, dan rumah sakit. Vanessa Frazier dan Najat Maalla M’jid menyerukan penghentian segera semua aksi militer dan mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional secara ketat.

Data juga melaporkan korban jiwa akibat serangan di sebuah sekolah dasar di Minab yang menewaskan setidaknya 165 siswa perempuan dan staf. Kesembilan rumah sakit di Iran dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat konflik ini.

Ringkasan Serangan

  1. AS dan Israel menghancurkan pusat komando IRGC dan fasilitas pertahanan udara.
  2. Lebih dari 1.250 target di Iran diserang, 11 kapal Iran hancur.
  3. Enam personel militer AS tewas akibat serangan balasan di Kuwait.
  4. Gedung Majelis Ahli di Qom ikut hancur akibat serangan udara.
  5. Serangan Israel menargetkan sistem pertahanan dan fasilitas misil Iran di Tehran dan kota lainnya.
  6. Konflik meluas ke Lebanon dengan serangan terhadap posisi Hezbollah.
  7. PBB mengutuk serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur penting.

Kondisi di wilayah Timur Tengah nampak kian memburuk dengan eskalasi serangan militer skala besar dan korban sipil yang terus bertambah. Ketegangan terus berlanjut tanpa sinyal segera berakhir.

Terbaru