Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini memasuki hari keempat, memicu eskalasi ketegangan yang tajam di wilayah Timur Tengah. Serangan ini menargetkan situs-situs penting di Iran, sehingga mendorong serangan balasan yang meluas, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran serta serangan-serangan di berbagai negara Teluk.
Situasi di Iran
Beberapa lokasi simbolik dan strategis di Teheran mengalami kerusakan akibat serangan, termasuk kompleks siaran resmi IRIB dan Istana Golestan yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Media pemerintah Iran melaporkan korban tewas telah mencapai lebih dari 700 jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran juga menutup Selat Hormuz dan mengancam akan melukai kapal yang melewati jalur tersebut.
Pejabat Amerika Serikat memperingatkan bahwa serangan yang lebih keras masih akan dilakukan, dengan tujuan menghentikan ambisi nuklir dan misil Iran. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan, "Serangan ini dibuat untuk melumpuhkan angkatan laut Iran dan menghentikan program nuklir dan misil mereka." Presiden AS Donald Trump menyebut serangan ini akan berlangsung sampai tujuan AS tercapai.
Kondisi di Negara-negara Teluk
Ketegangan serangan juga berdampak langsung ke negara-negara Teluk seperti Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi. Qatar berhasil mencegat puluhan misil balistik dan drone Iran, namun beberapa misil berhasil menghantam Pangkalan Udara Al Udeid, tempat pasukan AS berada. QatarEnergy menghentikan produksi LNG akibat serangan ini.
Di Kuwait, tiga jet tempur AS jatuh akibat ditembak secara tidak sengaja, sementara kedutaan AS diserang dan ditutup sementara. Arab Saudi juga mencegat delapan drone dekat Riyadh dan Al-Kharj, serta kedutaan AS di Riyadh mengalami serangan drone yang menyebabkan kebakaran kecil.
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab melalui jalur komersial karena tingginya risiko keamanan.
Perkembangan di Israel
Israel terus mempertahankan diri dari serangan balasan Iran. Militer Israel mengonfirmasi keberhasilan mencegat rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran. Dua drone yang dilepas dari Lebanon juga berhasil dihalau oleh sistem pertahanan Israel. Kelompok Hezbollah mengklaim serangan mereka sebagai respons sah atas yang mereka sebut agresi Israel selama 15 bulan terakhir.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membela operasi militer terhadap situs nuklir Iran, menyatakan bahwa bunker-bunker bawah tanah Iran akan menjadi kebal dalam beberapa bulan jika tidak segera dihancurkan. Ia juga menegaskan operasi ini bersifat cepat dan menentukan serta menekankan pada perubahan rezim di Iran.
Kondisi di Amerika Serikat
Korban jiwa di kalangan militer AS dilaporkan mencapai enam orang, dan 18 lainnya terluka. Presiden Trump menyatakan balasan akan segera dilakukan namun tidak melihat kebutuhan akan kehadiran pasukan darat secara luas. Wakil Presiden JD Vance menegaskan tujuan utama AS adalah mengubah sikap rezim Iran secara fundamental dan menghilangkan ancaman nuklir.
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keras agar warga Amerika segera meninggalkan wilayah Timur Tengah karena risiko keamanan yang serius dan meningkatnya serangan terhadap aset militer dan strategis AS di kawasan tersebut.
Situasi di Lebanon dan Yordania
Militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi mendesak untuk 59 wilayah di Lebanon selatan, memperingatkan penduduk menjauh minimal 1.000 meter dari desa akibat aktivitas Hezbollah. Pemerintah AS mengimbau warga negaranya untuk meninggalkan Israel, Tepi Barat, Gaza, dan beberapa negara Timur Tengah lain secepatnya. Di Yordania, Kedutaan Besar AS mengevakuasi semua stafnya sementara waktu karena muncul ancaman keamanan yang tidak spesifik.
Perkembangan ini menunjukkan konflik yang semakin meluas dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran berhasil mengubah peta politik dan keamanan regional, dengan dampak serius terhadap negara-negara tetangga serta pasar energi global. Situasi ini terus dipantau ketat oleh komunitas internasional.
