Ratusan warga Pakistan bergegas meninggalkan Iran melalui perbatasan terpencil di provinsi Balochistan. Mereka membawa koper dan barang bawaan, melintasi gerbang logam besar antara Mirjaveh, Iran, dan Taftan di Pakistan, usai serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel mengguncang ibu kota Iran.
Ledakan dahsyat menghantam Tehran sejak Sabtu malam, membuat banyak kedutaan besar di negara tersebut mengimbau warga negara mereka untuk segera meninggalkan Iran. Situasi yang mencekam ini memicu kepanikan dan kemacetan lalu lintas di berbagai titik keberangkatan.
Situasi di Perbatasan Taftan
Perbatasan Taftan terletak sekitar 500 kilometer dari Quetta, ibu kota Balochistan. Di lokasi tersebut, bendera Iran terlihat dikibarkan setengah tiang dan dijaga ketat oleh tentara. Para pengungsi lebih banyak datang dengan membawa koper besar dan berjalan menyeberang kaki di pos lintas batas. Truk-truk pengangkut barang juga mengantre panjang di jalur yang sama.
Irshad Ahmed, seorang pelancong berusia 49 tahun, menceritakan pengalamannya kala menyaksikan peluncuran misil di dekat hostel tempatnya menginap di Tehran. "Ada fasilitas militer dekat tempat kami, dan banyak misil diluncurkan ke udara," ujarnya. Setelah kejadian itu, Ahmed pergi ke kedutaan Pakistan untuk mendapat evakuasi dan dibawa dengan aman ke perbatasan.
Tanggapan Pemerintah Pakistan
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyatakan bahwa terdapat tiga konsulat Pakistan yang tetap beroperasi di Iran untuk memberikan dukungan kepada sekitar 35.000 warga negaranya yang masih berada di sana. Dalam beberapa hari terakhir, hampir 800 orang Pakistan telah berhasil kembali ke negeri asal mereka melalui jalur resmi ini.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengutuk operasi militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sharif menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan menyerukan agar kepala negara tidak dijadikan target serangan. Melalui akun X-nya, ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Iran yang sedang berduka.
Pengalaman Warga Pakistan di Iran
Seorang guru di kedutaan Pakistan di Tehran mengatakan bahwa sebelum serangan, kondisi masih normal dan terasa aman. Namun, serangan pada Sabtu malam membuat mereka terpaksa meninggalkan kota demi keselamatan. "Serangan itu telah menelan banyak korban jiwa sehingga kami harus segera pergi," ungkapnya.
Keberangkatan warga Pakistan ini memperlihatkan kekhawatiran yang meluas akibat eskalasi konflik dan ketegangan di wilayah tersebut. Upaya evakuasi oleh pemerintah Pakistan dan kedutaan besar menjadi langkah vital dalam melindungi warganya dari bahaya yang terus meningkat di Iran.
Langkah-Langkah Evakuasi Warga Pakistan di Iran
- Melakukan pendataan warga Pakistan yang masih berada di berbagai kota di Iran.
- Mengaktifkan dan memperkuat layanan konsuler di tiga konsulat yang tersebar.
- Mendukung warga dengan transportasi dan informasi keamanan untuk perjalanan pulang.
- Berkoordinasi dengan otoritas Iran untuk kelancaran perlintasan di perbatasan Taftan.
- Memastikan kesejahteraan dan kebutuhan dasar para pengungsi ketika tiba di Pakistan.
Perkembangan situasi di perbatasan ini terus dipantau agar proses pemulangan dapat berlangsung aman dan terorganisasi. Pakistan berkomitmen menjaga keamanan warganya sepanjang krisis yang sedang berlangsung di Iran.
