Balendra Shah, mantan rapper yang kini terjun ke dunia politik, menarik perhatian besar dalam pemilihan perdana menteri Nepal. Namanya mencuat setelah sukses mengalahkan kandidat dari partai mapan dalam pemilihan wali kota Kathmandu tahun lalu.
Shah yang berusia 35 tahun, dikenal sebagai sosok yang menggoyang tatanan politik tradisional di Nepal. Dia memimpin pemberontakan yang didukung kaum muda yang berhasil menggulingkan pemerintah sebelumnya pada September tahun lalu.
Perjalanan Politik Balendra Shah
Setelah menjabat wali kota Kathmandu hingga Januari, Shah mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri. Ia maju melalui partai independennya, National Independent Party, yang menawarkan alternatif terhadap dua kandidat utama dari partai besar di Nepal.
Kandidat lain yang bersaing adalah Gagan Thapa dari Nepali Congress yang berjanji memberantas korupsi. Sementara Khadga Prasad Oli dari Communist Party of Nepal (Unified Marxist–Leninist) mengusung stabilitas politik dan keberlanjutan kebijakan.
Tantangan dan Kritik terhadap Shah
Sejumlah kritikus meragukan kemampuan Shah memimpin karena pengalamannya yang terbatas di luar jabatan wali kota. Selama menjabat, ia mendapat kritik tajam terkait kebijakan pembongkaran rumah warga tanpa perencanaan matang.
Seorang warga Kathmandu, Loken Upadhaya, menilai Shah "kejam kepada orang miskin yang berjuang sehari-hari" selama masa kepemimpinannya sebagai wali kota. Hal ini menimbulkan keraguan tentang bagaimana ia akan menjalankan pemerintahan nasional.
Dari Rapper ke Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Balendra Shah dikenal sebagai rapper yang karyanya mengangkat isu sosial dan politik. Musiknya menjadi media kritik terhadap masalah masyarakat dan pemerintahan di Nepal.
Pendukungnya menilai Shah sebagai wajah baru yang membawa harapan bagi perubahan. Tulasi Devi Shrestha, seorang pendukung, mengatakan bahwa energi dan semangatnya memberi optimisme besar di tengah kejenuhan politik lama di Nepal.
Faktor Pendukung Popularitas Shah
- Representasi kaum muda yang haus akan perubahan politik.
- Pengalaman unik di dunia seni yang membedakan dari politisi tradisional.
- Keterlibatan aktif dalam gerakan sosial yang sukses menggulingkan pemerintah.
- Pendekatan alternatif dari partai independennya yang menolak politik lama.
Popularitas Balendra Shah dalam pemilu kali ini memicu antusiasme yang tinggi dan keramaian saat kampanye. Foto-foto rally yang dihadiri ribuan pendukung tersebar luas di media sosial dan media internasional.
Nama Shah tidak hanya menjadi fenomena politik domestik, tetapi juga mulai menarik perhatian dunia sebagai contoh perubahan generasi dan metode baru dalam berkampanye. Hal ini berpotensi mengguncang lanskap politik Nepal yang selama ini didominasi oleh kekuatan lama.









