Israel melancarkan serangan udara baru terhadap wilayah Iran dan Lebanon saat Iran memperketat pengawasan atas jalur pelayaran minyak strategis di Selat Hormuz. Dalam lima hari terakhir, ketegangan di Timur Tengah meningkat drastis dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menimbulkan kekhawatiran global terkait kestabilan pasokan energi dunia.
Iran mengumumkan pengontrolan penuh atas Selat Hormuz, jalur vital yang dilewati sekitar satu per lima dari total minyak yang diangkut melalui laut secara global. Pernyataan ini memperkuat ketegangan karena Selat Hormuz merupakan titik chokepoint yang sangat penting bagi perdagangan minyak internasional. Amerika Serikat merespons dengan klaim telah menonaktifkan kekuatan angkatan laut Iran serta sistem radar dan udara mereka.
Serangan dan Dampak di Iran dan Lebanon
Sejak awal serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan tokoh penting Iran, serangan terus dilakukan dengan target berbagai instalasi militer dan infrastruktur. Militer Israel mengumumkan gelombang serangan luas menyisir wilayah Iran, merespons tiga gelombang serangan rudal balistik dari Iran ke wilayah Israel.
Di Lebanon, kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran membalas serangan dengan meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel. Pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel menghantam beberapa daerah, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di beberapa kota termasuk Baalbek dan Beirut. Jumlah korban di dua kota di selatan Beirut tercatat sedikitnya enam orang tewas dan delapan luka-luka.
Evakuasi dan Keamanan Regional
Guna melindungi warganya, berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mempercepat evakuasi warga dari kawasan konflik. Pemerintah AS mengimbau semua warga Amerika yang bisa menemukan penerbangan komersial segera meninggalkan kawasan ini. Namun, gangguan transportasi udara membatasi opsi evakuasi.
Sementara itu, serangan drone dan misil disusul insiden di Dubai dan Qatar, di mana fasilitas diplomatik dan militer AS menjadi sasaran. Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat rudal jelajah yang hendak menyerang wilayahnya.
Statistik Korban dan Dampak Konflik
Menurut data dari Palang Merah Iran, korban tewas akibat serangan gabungan AS-Israel mencapai sekitar 787 jiwa di Iran, meskipun angka ini belum dapat diverifikasi secara independen. Di Lebanon, pemerintah melaporkan setidaknya 52 korban jiwa akibat serangan Israel, sementara lebih dari 30.000 penduduk terpaksa mengungsi. Organisasi Kesehatan Dunia menyampaikan tiga paramedis turut tewas dalam konflik tersebut.
Admiral Brad Cooper, Komandan Komando Pusat AS, menyatakan operasi militer ini merupakan penguatan terbesar angkatan bersenjata AS di Timur Tengah dalam satu generasi. Ia membandingkan serangan pembukaan ini lebih luas dibandingkan operasi "shock and awe" pada invasi Irak tahun 2003.
Kondisi Masyarakat dan Ketegangan Sosial di Iran
Di ibu kota Tehran, suasana berubah dramatis, banyak warganya tetap berada di dalam rumah akibat takut terhadap serangan udara. Polisi dan pasukan keamanan bersenjata ketat mengawasi pergerakan di kota yang biasanya padat penduduk ini. Sebuah serangan di kota Minab dilaporkan menewaskan lebih dari 150 orang, termasuk warga sipil, meski belum ada verifikasi independen atas peristiwa ini.
Presiden AS dan PM Israel juga menyerukan perubahan rezim di Iran, meskipun secara resmi menegaskan bahwa tujuan utama bukan melakukan pergantian pemerintahan secara langsung. Seruan ini muncul setelah aksi keamanan ketat Iran membubarkan demonstrasi massal yang menewaskan ribuan warga.
Tantangan Global dan Energi
Konflik ini menimbulkan ketidakpastian besar bagi pasar energi dunia. Dengan kontrol Iran atas Selat Hormuz yang semakin ketat, potensi gangguan pasokan minyak semakin nyata. Negara-negara di wilayah Teluk dan konsumen global bersiap menghadapi dampak kenaikan harga minyak yang lebih tinggi, yang sebelumnya sudah mengarah pada tren peningkatan.
Dinamika perang yang melibatkan kekuatan militer dari negara-negara besar dan kelompok militan regional ini semakin menyulitkan jalan menuju resolusi damai. Dampak kemanusiaan dan ekonomi diperkirakan akan terus meningkat seiring eskalasi serangan dan pengetatan kontrol jalur energi utama di kawasan tersebut.
