Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan bahwa serangan bersama antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dinilai tidak sesuai dengan hukum internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Carney menegaskan pentingnya penurunan eskalasi konflik secara cepat guna mencegah dampak lebih luas yang merugikan stabilitas regional dan global. Ia juga menyoroti bahwa meskipun Kanada mendukung upaya mengganti rezim pemerintahan Iran yang dianggap sebagai sumber utama ketidakstabilan dan terorisme di kawasan tersebut, aksi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel haruslah mempertimbangkan aturan hukum internasional.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran
Serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah sasaran penting di Iran, termasuk menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah negosiasi terkait perjanjian nuklir Iran berlangsung di Jenewa. Insiden ini kemudian memprovokasi Iran untuk melancarkan serangan balasan menggunakan misil dan drone ke berbagai lokasi di Timur Tengah.
Konflik tersebut turut meluas ke Lebanon, di mana kelompok militan Hezbollah yang merupakan sekutu Iran melaksanakan serangkaian serangan dengan drone dan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk pembalasan. Situasi ini menunjukkan bagaimana perang regional semakin kompleks dan rawan melibatkan aktor serta negara-negara lain.
Pentingnya Hukum Internasional dan Keterlibatan Dunia
Meskipun Carney menyebut bahwa serangan tersebut bisa dianggap sebagai langkah yang didasari oleh kegagalan Iran membongkar program nuklirnya dan berhenti mendukung kelompok militan, ia juga mengungkapkan penyesalan atas kegagalan upaya internasional untuk mendorong pelucutan senjata Iran secara damai.
Carney menyoroti bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan tanpa melibatkan atau berkonsultasi dengan PBB dan sekutu-sekutu penting, termasuk Kanada. Hal ini menunjukkan adanya kekosongan koordinasi di tingkat internasional dalam menghadapi masalah keamanan global. Ia menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus tunduk pada hukum internasional sebagai landasan utama.
Konteks Kunjungan Carney ke Australia
Pada saat memberikan komentarnya, Carney sedang menjalani kunjungan resmi ke Australia yang bertujuan mempererat kerja sama antara dua negara berperan sebagai kekuatan menengah di kawasan Asia-Pasifik. Tujuan kunjungan juga sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat dalam berbagai sektor ekonomi dan keamanan.
Carney menilai bahwa tatanan global yang dipimpin AS tengah mengalami perubahan signifikan, sehingga diperlukan diversifikasi hubungan internasional agar menghadapi uneasiness geopolitik dan ekonomi dunia. Dalam dialog dengan pemerintah Australia, fokus utama juga pada keamanan ekonomi dan pertahanan, termasuk pemanfaatan cadangan mineral strategis yang banyak dimiliki Australia.
Pernyataan Resmi dari Pemerintah Kanada
Dalam pernyataannya, Carney menyampaikan bahwa Kanada mendesak penghentian konflik sesegera mungkin dan siap membantu upaya mediasi demi tercapainya perdamaian di kawasan. Ia menekankan kembali bahwa hukum internasional harus menjadi pedoman bagi semua pihak yang berseteru agar tidak menimbulkan kekacauan global.
Rencana kunjungan Carney selanjutnya adalah bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan menyampaikan pidato di parlemen Canberra yang akan membahas isu-isu strategis di kawasan serta kerja sama bilateral.
Dengan meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, pernyataan Kanada ini menyoroti kebutuhan akan penyelesaian diplomasi yang transparan dan melibatkan lebih banyak aktor internasional. Hal ini penting agar eskalasi perang tidak berlarut dan merembet ke konflik yang lebih besar di masa depan.
