Reformasi Tambang Venezuela Segera Hadir, Presiden Sementara Janji Investasi AS Bisa Buka Era Baru Mineral Strategis

Author: Qoo Media

Venezuela segera mengajukan reformasi undang-undang pertambangan utama kepada parlemen. Ini disampaikan oleh Presiden sementara Delcy Rodriguez setelah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Amerika Serikat, Doug Burgum, di Caracas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyambut peluang kerja sama pertambangan dan keinginan bersama untuk membuka investasi. Burgum membawa lebih dari dua puluh perusahaan pertambangan Amerika yang berpotensi menanamkan investasi miliaran dolar dan menciptakan ribuan lapangan kerja bergaji tinggi di Venezuela.

Langkah ini merupakan bagian dari dorongan Amerika Serikat untuk memperluas investasi di sektor minyak, gas, dan pertambangan Venezuela. Kunjungan Burgum menjadi yang kedua kalinya oleh menteri kabinet AS sejak penggulingan Presiden Nicolas Maduro, yang sebelumnya menjalin aliansi dengan China dan Rusia.

Rodriguez mengungkapkan harapannya agar reformasi hukum pertambangan dapat disetujui dengan cepat. “Kami ingin mengadaptasi model sukses dari undang-undang hidrokarbon untuk sektor pertambangan,” ujarnya.

Fokus reformasi mencakup mineral logam, non-logam, strategis, dan non-strategis. Salah satu agenda berikutnya adalah pembahasan energi yang akan dilakukan dalam pertemuan terpisah.

Adik Rodriguez, Jorge Rodriguez, sebagai ketua Majelis Nasional, telah memimpin perubahan regulasi minyak demi menarik investasi. Sementara, Burgum dijadwalkan bertemu dengan perusahaan minyak dan gas untuk membahas ekspansi.

Burgum menyatakan peluang kerja sama antara Venezuela dan Amerika sangat besar. “Saya yakin Delcy maupun Presiden Trump ingin menghilangkan hambatan agar investasi modal dapat mengalir lancar,” katanya.

Undang-undang pertambangan Venezuela saat ini berasal dari tahun 1999 dan negara ini masih memiliki kewajiban utang besar pada berbagai perusahaan internasional yang terkena nasionalisasi dua dekade lalu. Beberapa di antaranya adalah Crystallex, Gold Reserve, dan Rusoro Mining.

Belum ada eksplorasi lengkap untuk mengkonfirmasi cadangan mineral tanah jarang, kelompok 17 logam penting untuk teknologi modern. Cadangan mineral lain seperti antimon, tembaga, nikel, molibdenum, perak, dan uranium telah dipetakan, namun volume pasti belum diketahui.

Pemerintah Venezuela pernah melibatkan perusahaan Iran dalam eksplorasi sumber daya mineral, namun proyek tersebut tidak berlanjut ke tahap investasi. Reformasi hukum pertambangan ini diharapkan membuka peluang baru sekaligus memperbaiki hubungan ekonomi antara Venezuela dan investor asing, khususnya Amerika Serikat.

Terbaru