Juror New Mexico Saksikan Pengakuan Zuckerberg Soal Bahaya Media Sosial pada Anak, Meta dan Konflik Etika Bisnis!

Juri di New Mexico menyaksikan video deposisi CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam persidangan penting yang mengeksplorasi dampak sosial media terhadap anak-anak. Agenda utama adalah menilai apakah Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengetahui dan mengabaikan risiko kecanduan serta eksploitasi anak di platform mereka.

Jaksa agung New Mexico menuduh Meta melanggar undang-undang perlindungan konsumen dengan tidak mengungkapkan bahaya media sosial yang bisa menyebabkan ketergantungan dan pelecehan seksual terhadap anak. Sementara itu, pengacara Meta menyatakan perusahaan telah memberikan informasi risiko dan berusaha menghilangkan konten berbahaya, walau beberapa material negatif kadang lolos dari pengawasan.

Pengakuan dan Penolakan Zuckerberg Tentang Kecanduan

Dalam deposisi yang direkam tahun lalu, tim jaksa menunjukkan kepada Zuckerberg berbagai komunikasi internal dan email pengguna yang sejak lama mengkritik penggunaan media sosial sebagai sesuatu yang “problematis” dan adiktif. Tim penuntut bertanya, "Selama 15 tahun terakhir, pengguna sering menyampaikan ke perusahaan dan kepada Anda secara pribadi bahwa produknya membuat ketagihan, benar begitu?"

Zuckerberg membantah istilah “adiktif” secara langsung. Ia menilai kata itu sering digunakan secara informal dan bukan tujuan produk Meta. Namun, ia mengakui pentingnya memahami masalah tersebut agar platform dapat diperbaiki sesuai kebutuhan pengguna.

Zuckerberg juga mengakui pernah mengarahkan karyawan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan remaja di platform demi pertumbuhan bisnis dan jumlah pengguna. "Kami fokus pada waktu yang dihabiskan sebagai salah satu target utama keterlibatan, terutama di 2017 dan berikutnya," ujarnya. Namun ia menambahkan dalam sepuluh tahun terakhir, fokus telah bergeser ke metrik lain.

Keputusan Kontroversial terkait Fitur Kosmetik Instagram

Persidangan mengungkap keputusan Zuckerberg mencabut larangan sementara terhadap penggunaan filter kosmetik yang mengubah penampilan pengguna, yang dikhawatirkan mendorong budaya operasi plastik. Ia beralasan mengutamakan kebebasan ekspresi dan menilai bukti dampak negatif tidak cukup meyakinkan.

"Saya sangat peduli agar tidak membatasi cara orang mengekspresikan diri. Ada tekanan besar untuk menyensor layanan kami, tapi saya tidak menemukan contoh anekdotal yang cukup jelas menunjukkan ini berbahaya," kata Zuckerberg.

Fokus Kasus Pada Perlindungan Anak dan Pengawasan Meta

Meta melarang anak di bawah usia 13 tahun menggunakan platformnya, namun diketahui beberapa anak tetap mendaftar. Juri juga menonton video interogasi kepala Instagram, Adam Mosseri, yang menghadapi pertanyaan seputar kebijakan keselamatan, keuntungan perusahaan, dan fitur-fitur yang terkait dengan interaksi anak dan orang dewasa.

Kasus di New Mexico ini, bersama dengan persidangan serupa di Los Angeles, berpotensi menjadi preseden bagi ribuan gugatan terkait tanggung jawab sosial media terhadap dampak negatif pada anak-anak.

Zuckerberg sebelumnya telah memberikan kesaksian di Los Angeles dan menjawab pertanyaan Kongres tentang keselamatan anak muda di platform Meta. Dalam kesaksiannya di Kongres bulan lalu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban yang merasa terdampak tragedi akibat media sosial, namun tidak mengakui tanggung jawab langsung atas kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena mengangkat isu penting tentang bagaimana perusahaan teknologi harus bertanggung jawab atas pengaruh produk mereka terhadap generasi muda. Persidangan berjalan dengan intens dan membuka dialog tentang perlunya regulasi lebih ketat demi melindungi anak-anak dari risiko yang sulit terlihat.

Terkait