Macron Desak Netanyahu Hentikan Serangan Darat di Lebanon, Ancaman Konflik Meluas Semakin Dekat

Prancis mengimbau Israel untuk menghindari serangan darat di Lebanon guna menjaga stabilitas wilayah. Presiden Emmanuel Macron menghubungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak agar tidak melancarkan ofensif darat di wilayah perbatasan selatan Lebanon.

Macron menekankan pentingnya menjaga integritas teritorial Lebanon setelah pasukan Israel memasuki beberapa kota dan desa di selatan negara tersebut. Langkah ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat setelah kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran menyerang Israel sebagai respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam percakapan terpisah, Macron juga berbicara dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, serta Perdana Menteri Nawaf Salam. Ia menegaskan perlunya Hezbollah segera menghentikan serangan terhadap Israel dan wilayah sekitarnya agar situasi tidak semakin memburuk.

Hubungan Macron dengan Netanyahu sempat memburuk sejak Prancis mengumumkan niatnya untuk mengakui negara Palestina. Pada Agustus, Netanyahu mengeluhkan bahwa pengakuan itu justru memicu antisemitisme, namun Macron menegaskan bahwa perjuangan melawan antisemitisme tidak boleh dijadikan alat politik.

Pengakuan resmi Prancis terhadap Palestina terjadi pada September, bertepatan dengan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza. Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan pemerintahnya menolak kunjungan Macron jika Paris tetap melanjutkan rencana tersebut.

Selain itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubungi Macron untuk memberi informasi tentang operasi militer AS terhadap Iran. Macron juga menginformasikan perhatian Prancis yang mendalam terhadap situasi di Lebanon, menunjukkan keseriusan Paris dalam merespons krisis regional yang sedang berlangsung.

Poin-Poin Utama:

  1. Macron mendesak Israel untuk tidak melancarkan ofensif darat di Lebanon.
  2. Hezbollah menyerang Israel sebagai respons atas kematian pemimpin Iran.
  3. Macron berbicara dengan pejabat Lebanon mendorong Hezbollah menghentikan serangan.
  4. Hubungan Prancis dan Israel tegang akibat pengakuan negara Palestina oleh Prancis.
  5. AS dan Prancis berkomunikasi mengenai operasi militer terhadap Iran.
  6. Prancis menunjukkan perhatian serius terhadap situasi Lebanon.

Situasi di perbatasan Lebanon dan Israel tetap menjadi fokus perhatian internasional. Upaya diplomasi dari Prancis diharapkan dapat mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Terkait