Bukti citra satelit terbaru menunjukkan adanya serangan terhadap instalasi radar penting milik Amerika Serikat di wilayah Jazirah Arab. Radar ini merupakan bagian kunci dari sistem interceptor rudal THAAD yang digunakan untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal balistik serta drone yang masuk.
Radar AN/TPY-2 buatan Raytheon di pangkalan udara Muwaffaq Salti, Yordania, dilaporkan hancur akibat serangan yang terjadi pada awal aksi militer AS-Israel terhadap Iran. Citra satelit yang diambil menunjukkan puing-puing di sekitar radar dan bekas ledakan besar di area sekitarnya, menandakan bahwa serangan tersebut mengenai target dengan cukup akurat.
Serangan Radar di Yordania dan UEA
Selain Yordania, radar serupa juga didapati mengalami kerusakan pada beberapa bangunan di dua lokasi di Uni Emirat Arab (UEA), yaitu dekat Ruwais dan Sader. Meski belum pasti apakah sistem radar tersebut rusak berat, bangunan yang menampung radar-radar itu mengalami dampak signifikan akibat serangan. Kedua lokasi ini telah menjadi tempat pengoperasian baterai THAAD sejak beberapa tahun terakhir.
Ketidakjelasan mengenai kepemilikan radar di UEA masih belum terkonfirmasi, apakah milik militer AS atau radar yang dijual ke UEA. Namun, kehadiran sistem ini dipastikan melalui pemantauan satelit sejak 2016 dan 2018. Infrastruktur yang rusak berupa gudang perlindungan kendaraan milik radar THAAD, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan serta pelindung peralatan radar.
Pentingnya Radar AN/TPY-2 Bagi Sistem THAAD
Radar AN/TPY-2 adalah pusat operasi dan tulang punggung sistem THAAD. Perangkat ini memungkinan peluncuran misil interceptor serta membangun gambaran keseluruhan dari ancaman udara secara cepat dan akurat. Menurut data anggaran Missile Defense Agency, kisaran harga radar ini mencapai hampir setengah miliar dolar AS, menjadikannya aset mahal dan strategis.
Ahli amunisi N.R. Jenzen-Jones menyatakan bahwa kerusakan radar tersebut akan sangat mengurangi kemampuan operasional sistem THAAD. Dia menjelaskan bahwa radar ini tidak mudah diganti dan kehilangan satu unit radar seperti itu merupakan kejadian yang sangat signifikan, dimana penggantian harus dilakukan dari unit lain yang memerlukan waktu dan upaya ekstra.
Dampak Serangan Terhadap Operasi Pertahanan
Meskipun sebuah sistem THAAD masih bisa beroperasi dengan konfigurasi dan aset lain, kerusakan radar mengurangi fleksibilitas dan efektivitas sistem pertahanan udara secara signifikan. Radar ini mendukung jangkauan luas THAAD dalam melindungi wilayah yang luas, namun tetap membutuhkan dukungan lapisan pertahanan udara lain seperti sistem Patriot untuk menjaga perlindungan komprehensif.
Lebih lanjut, laporan juga mengungkap adanya kerusakan pada radar peringatan dini buatan AS di Umm Dahal, Qatar. Kerusakan perangkat komunikasi, radar, dan intelijen menunjukkan bahwa serangan ini tampaknya sengaja diarahkan untuk melemahkan kemampuan pengawasan dan pengendalian militer AS di wilayah tersebut.
Respons dan Aktivitas Militer Terkini
Dalam merespon meningkatnya ancaman, aktivitas jet tempur di wilayah UEA meningkat drastis, bahkan negara sekutu seperti Prancis mengerahkan jet Rafale guna melindungi pangkalan militer di sana. Meski jumlah rudal yang meluncur ke UEA berkurang drastis dalam beberapa hari terakhir, serangan drone justru tetap intens dan menjadi mayoritas serangan terhadap wilayah tersebut.
UEA, bersama dengan pangkalan militer AS di Dhafra, merupakan salah satu target utama dengan serangan drone sebanyak 1.072 kali dan rudal balistik sebanyak 196 kali sejak dimulainya konflik. Peningkatan serangan ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk mengganggu stabilitas militer AS dan sekutunya di kawasan itu.
Data Kerusakan dan Ancaman di Kawasan
- Radar AN/TPY-2 di Muwaffaq Salti Air Base, Yordania: Hancur dengan bekas ledakan memanjang di sekitar radar.
- Dua situs radar THAAD di Uni Emirat Arab (Ruwais dan Sader): Kerusakan pada bangunan penyimpanan radar dan kendaraan.
- Radar peringatan dini buatan AS di Umm Dahal, Qatar: Dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.
- Serangan menggunakan drone menempati mayoritas serangan ke UEA, sementara rudal berkurang tajam.
Pentagon menolak memberi komentar rinci terkait status kemampuan militer di wilayah tersebut dengan alasan keamanan operasi. Sementara pemerintah Yordania dan UEA belum memberikan tanggapan resmi perihal kerusakan yang terjadi.
Pengembangan ini menandakan kompleksitas konflik di kawasan yang semakin tajam dengan sasaran utama pada sistem pertahanan rudal canggih. Upaya pengurangan kemampuan radar AS berpotensi mengubah dinamika keamanan di Timur Tengah secara signifikan.
