Ketegangan di Timur Tengah memicu kepanikan dan upaya cepat para pelancong untuk meninggalkan kawasan tersebut. Pemerintah Amerika Serikat menggencarkan himbauan agar warga negara mereka segera mengungsi dari Iran dan wilayah sekitar menyusul serangan misil balasan yang dilakukan Iran atas serangan gabungan AS-Israel.
Para penumpang yang berhasil tiba di Bandara Internasional JFK New York menceritakan pengalaman mereka berjuang mendapatkan penerbangan pulang. Satu pelancong mengaku sulit mengikuti jadwal penerbangan asli karena serangan militer berlangsung tiba-tiba, namun ia tetap menghargai ketepatan waktu operasi militer tersebut. Ia juga merasa bersyukur karena kondisi di Dubai tidak separah yang dikhawatirkan, meski dia yakin beberapa daerah lain mengalami situasi lebih buruk.
Kendala Penumpang Mencari Penerbangan Pulang
Aayush Patel dan keluarganya menghadapi pembatalan penerbangan beruntun sejak akhir Februari. Ia akhirnya berhasil mendapatkan kursi pulang ke New York setelah sekian kali penerbangan dibatalkan. Meski pemerintah AS menawarkan bantuan, Patel merasa respons itu terlambat karena mereka sudah masuk pesawat saat dihubungi pihak kedutaan. "Jika kami gagal naik, baru panggil lagi besok," katanya menirukan petugas terkait.
Jenna Arnold, yang datang ke JFK menjemput sembilan kerabatnya dari Dubai dan Qatar, menyebut tidak adanya rencana evakuasi yang jelas. Nomor kontak yang disediakan dianggap tidak efektif dan klaim pemerintah dapat mengevakuasi hingga 20 ribu orang dianggap berlebihan. "Banyak orang terjebak dan ketakutan," ujarnya mengutip komunikasi dari komunitas ekspatriat melalui WhatsApp.
Pengalaman Warga Negara Asing Lain
Seorang pelancong asal Meksiko menyatakan bahwa suasana di Dubai tetap normal dan tidak terasa berbahaya. Restoran dan pusat perbelanjaan tetap buka, bahkan sang raja terlihat berjalan di Dubai Mall. Namun, ia mengkritik ketidakefektifan dukungan dari kedutaan Meksiko yang tidak menyediakan rencana kontinjensi serius bagi warga negaranya.
Upaya Pemerintah Amerika Serikat
Untuk mengatasi situasi kritis ini, AS kini mengerahkan penerbangan carter guna mengevakuasi warganya dari Uni Emirat Arab, Yordania, dan Arab Saudi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulangan warga dari wilayah yang berpotensi menghadapi eskalasi konflik. Pengusiran cepat ini bertujuan mengurangi risiko bahaya yang mengintai akibat ketidakstabilan militer dan politik di kawasan Timur Tengah.
Daftar Situasi dan Respons Evakuasi
- Penumpang Terjebak: Banyak penerbangan komersial dibatalkan tanpa pemberitahuan jelas.
- Informasi yang Tidak Memadai: Nomor darurat dan pusat bantuan tidak merespons secara efektif.
- Bantuan Pemerintah: AS dan beberapa negara mulai mengirim penerbangan carter untuk evakuasi.
- Krisis Kepercayaan: Banyak warga merasa pemerintah dan kedutaan tidak memiliki rencana darurat memadai.
- Suasana Kota: Beberapa kota tetap beroperasi normal meskipun ketegangan meningkat.
Penting bagi para pelancong dan warga asing di Timur Tengah untuk terus memantau pengumuman resmi, segera menghubungi kedutaan mereka, dan tetap waspada terhadap perkembangan situasi keamanan. Pemerintah berbagai negara kemungkinan akan terus menyesuaikan prosedur evakuasi sesuai kondisi lapangan demi keselamatan warganya.









