Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa mereka berhasil menghancurkan bunker militer bawah tanah milik mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Bunker tersebut terletak di jantung kota Teheran dan menjadi pusat kegiatan militer serta ideologi ekstremis rezim Iran yang ditujukan terhadap Israel dan dunia Barat.
Menurut IDF, kompleks bawah tanah tersebut membentang di beberapa jalan utama Teheran dan memiliki banyak pintu masuk serta ruang pertemuan untuk para pejabat tinggi rezim yang disebut sebagai teroris oleh Israel. Video ilustrasi yang dirilis memperlihatkan berbagai akses masuk dari permukaan kota menuju bunker tersebut melalui terowongan rahasia.
Kompleks tersebut menjadi target utama dalam Operasi Epic Fury, serangan besar-besaran yang diluncurkan Israel yang menewaskan hampir 50 pejabat rezim Iran dalam waktu kurang dari satu menit. Serangan ini dilakukan saat Khamenei dan para pemimpin rezim berada di lokasi tersebut, namun menurut sumber intelijen, Khamenei tidak berada di dalam bunker saat serangan berlangsung.
Sumber resmi Israel mengungkapkan bahwa Khamenei telah menghabiskan jutaan dolar dan beberapa tahun untuk membangun bunker ini sebagai perlindungan dirinya. Namun, sang pemimpin yakin tidak ada pihak yang cukup berani menyerangnya. Kepercayaan diri tersebut diyakini dipengaruhi oleh operasi perang informasi campuran Israel-Amerika yang menciptakan kesan bahwa tidak akan ada serangan mendadak.
Dalam upaya menipu pihak Iran, para komandan IDF bahkan pulang ke rumah pada malam sebelum serangan, memperkuat kesan normalitas di mata pengintai musuh. Presiden Amerika Serikat saat itu juga mengeluarkan pernyataan publik yang tidak mengindikasikan akan ada serangan langsung, mendukung strategi penyamaran tersebut.
Ayatollah Ali Khamenei memimpin Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade hingga akhirnya tewas pada hari pertama Operasi Epic Fury. Selama masa kekuasaannya, dia menerapkan kebijakan represif kepada warga Iran dan berkonfrontasi secara aktif dengan komunitas internasional, termasuk penindasan atas demonstrasi nasional terkini.
Operasi Epic Fury secara khusus menargetkan jaringan militer Iran dan proxy mereka di Lebanon, terutama kelompok Hezbollah yang dianggap sebagai perpanjangan tangan Iran di kawasan tersebut. Serangan ini menunjukkan upaya Israel dalam menegaskan kedaulatannya dan mengurangi pengaruh militer Iran di Timur Tengah.
Berikut highlight penting terkait serangan dan bunker Khamenei:
1. Bunker bawah tanah sangat kompleks dan tersembunyi di pusat kota Teheran dengan akses melalui beberapa titik rahasia.
2. Hampir 50 pejabat tinggi rezim Iran tewas dalam serangan singkat di bawah satu menit.
3. Khamenei tidak berada di bunkernya saat serangan padahal kompleks tersebut dibangun khusus untuk melindunginya.
4. Operasi ini melibatkan strategi perang informasi dan penyamaran Israel-Amerika.
5. Serangan juga menargetkan proxy Iran seperti Hezbollah untuk mengurangi pengaruh militernya di kawasan.
6. Khamenei telah memerintah lebih dari 30 tahun dan dikenal dengan tindakan kerasnya terhadap oposisi domestik dan kebijakan luar negeri yang agresif.
Penghancuran bunker ini menjadi simbol penting dari perubahan dinamika konflik antara Israel dan Iran. Keruntuhan pusat komando militer rahasia ini menggambarkan langkah tegas Israel dalam menghadapi ancaman yang selama ini diciptakan rezim Iran melalui aktivitas militernya yang terselubung. Operasi ini juga membuka bab baru dalam tensi geopolitik yang melibatkan kekuatan besar dunia dan pengaruh wilayah.







