Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan udara Israel menewaskan sedikitnya empat orang di sebuah hotel di pusat kota Beirut. Serangan tersebut juga menyebabkan 10 orang lainnya terluka. Israel menyatakan bahwa sasaran serangan adalah para komandan dari Pasukan Pengawal Revolusi Iran, khususnya unit operasi luar negeri Quds Force.
Ketegangan di Lebanon meningkat setelah kelompok militan yang didukung Iran, Hezbollah, melancarkan serangan balasan terhadap Israel. Hal ini terkait dengan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan AS dan Israel. Meskipun gencatan senjata 2024 diterapkan, Israel terus melakukan serangan terhadap Hezbollah dan mengerahkan pasukan darat ke wilayah perbatasan.
Serangan di Beirut dan Daerah Sekitarnya
Serangan udara pada Minggu dini hari menargetkan sebuah kamar hotel di kawasan Raouche, sebuah area pesisir yang menjadi destinasi wisata utama Beirut. Lokasi ini sebelumnya aman dari serangan selama perang antara Israel dan Hezbollah yang berakhir dengan gencatan senjata pada November 2024. Seorang fotografer AFP di lokasi melaporkan adanya kerusakan parah berupa kaca pecah dan dinding gosong pada lantai empat hotel tersebut.
Korban tewas di berbagai serangan udara malam itu terus bertambah, termasuk di Lebanon selatan dimana National News Agency melaporkan 12 orang meninggal dunia dalam tiga serangan terpisah. Sedangkan tentara Israel mengumumkan gelombang serangan tambahan di ibu kota, menargetkan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah.
Respons dan Klaim Pihak Terkait
Israel menyerukan agar para komandan yang disebutkan merencanakan serangan teroris terhadap warga Israel segera dieliminasi dengan presisi di manapun mereka berada. Sebaliknya, Hezbollah melaporkan peluncuran roket ke arah pasukan Israel serta serangan ke sebuah kota di perbatasan sebagai balasan atas agresi Israel yang memengaruhi banyak kota di Lebanon.
Di wilayah perbatasan Aitaroun, bentrokan antara pejuang Hezbollah dan pasukan Israel juga dilaporkan terjadi. Sementara itu, sirene udara berbunyi di beberapa wilayah utara Israel, meski belum ada laporan korban atau kerusakan signifikan dalam insiden tersebut.
Dampak Sosial dan Situasi Pengungsi
Hotel di sepanjang pantai Mediterania kini menjadi tempat penampungan sementara bagi warga Lebanon yang mengungsi akibat konflik yang terus berlanjut. Insiden serangan hotel ini menambah ketidakpastian dan rasa takut di kalangan warga sipil yang mencari perlindungan. Sebelumnya, pada Rabu, sebuah hotel di kawasan Hazmieh—daerah mayoritas Kristen dekat istana presiden serta kementerian dan misi diplomatik di Beirut—juga terkena serangan udara Israel.
Konflik yang terus berlangsung semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Lebanon dan kawasan sekitarnya. Hingga saat ini, serangan udara dan bentrokan militer masih menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut. Pemerintah Lebanon dan berbagai pihak internasional terus memantau perkembangan situasi dengan penuh kewaspadaan.







