Serangan Iran menargetkan infrastruktur strategis di Teluk, termasuk tangki bahan bakar di bandara internasional Kuwait serta fasilitas desalinisasi di Bahrain. Aksi ini merupakan bagian dari kampanye misil dan drone yang dilancarkan Tehran terhadap negara-negara tetangganya.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait melaporkan dua petugas perbatasan tewas saat menjalankan tugas, namun kondisi serangan belum dijelaskan lebih rinci. Serangan-serangan tersebut merupakan respons Iran atas operasi udara besar-besaran yang dilakukan AS dan Israel terhadap negara tersebut.
Serangan di Bandara Internasional Kuwait
Militer Kuwait mengonfirmasi bahwa tangki bahan bakar di bandara internasional terkena serangan drone. Kebakaran yang terjadi berhasil dipadamkan tanpa korban luka serius. Serangan ini dikategorikan sebagai penargetan langsung terhadap infrastruktur vital negara tersebut.
Akibat serangan ini, beberapa fasilitas sipil di dekat lokasi mengalami kerusakan material akibat reruntuhan dari operasi penangkalan serangan. Kondisi tersebut mengakibatkan gedung utama jaminan sosial Kuwait harus ditutup sementara dan meniadakan layanan pengunjung.
Dampak pada Produksi Minyak dan Infrastruktur Sipil
Perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah sebagai langkah pencegahan. Militer juga menyatakan telah melakukan respons terhadap beberapa serangan drone dan misil yang dilancarkan.
Di Bahrain, serangan drone milik Iran merusak fasilitas desalinisasi air, dengan kementerian dalam negeri Bahrain menuding Tehran menargetkan infrastruktur sipil secara sembarangan. Namun, pihak komunikasi nasional menyatakan serangan tersebut tidak berdampak pada pasokan air maupun kapasitas jaringan.
Serangan dan Pertahanan di Negara Teluk Lainnya
Serangan misil dan drone juga dilaporkan terjadi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Arab Saudi mengumumkan berhasil mencegat 33 drone tanpa adanya luka maupun kerusakan berarti. Lima di antaranya menyasar wilayah diplomatik Riyadh dan ladang minyak Shaybah.
Sementara itu, Uni Emirat Arab melaporkan sistem pertahanannya mendeteksi serta menghancurkan 16 dari 17 misil balistik. Dari 117 drone yang terdeteksi, 113 berhasil diintersep dan empat jatuh di wilayah negara tersebut tanpa menimbulkan korban.
Reaksi Iran dan Situasi Politik
Presiden Iran, Massoud Pezeshkian, memperingatkan bahwa Iran akan membalas jika wilayahnya diserang melalui negara tetangga. Sebelumnya, ia meminta maaf kepada negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS atas serangan yang terjadi di wilayah mereka.
Namun, pernyataan dari kepala kehakiman Iran menyebut bahwa serangan akan tetap dilanjutkan terhadap lokasi di negara Teluk yang dianggap "disiapkan untuk musuh". Sementara itu, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan menyatakan bahwa negara tersebut sedang dalam "masa perang" dan diyakini akan keluar dari situasi ini dengan lebih kuat.
Perkembangan Terbaru di Dubai dan Bahrain
Dubai sempat menutup bandara utamanya setelah terjadi insiden intercept objek tak dikenal yang menyebabkan ledakan dan awan asap. Sebuah laporan menyebutkan seorang warga Pakistan tewas akibat reruntuhan dari intercept tersebut. Petugas keamanan mengatakan insiden ini tidak menyebabkan korban luka lain.
Di Bahrain, akibat reruntuhan misil yang jatuh di wilayah Muharraq melukai tiga orang dan merusak gedung universitas. Serangan ini terjadi setelah pasukan Revolusi Iran menyatakan menargetkan pangkalan militer AS di Juffair, Bahrain, yang sebelumnya digunakan untuk menyerang fasilitas desalinisasi Iran.
Kondisi ketegangan ini menandai eskalasi konflik regional yang terus mempengaruhi stabilitas infrastruktur sipil dan keamanan di kawasan Teluk. Negara-negara di sekitarnya kini meningkatkan langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman serangan drone dan misil dari Iran.









