Nepal kini menyaksikan perubahan politik signifikan setelah partai sentris Rastriya Swatantra Party (RSP), yang dipimpin oleh rapper-turned-politician Balendra Shah, meraih kemenangan mutlak dalam pemilihan parlemen langsung. Berdasarkan hasil resmi parsial dan tren resmi yang diumumkan, RSP unggul dominan baik dalam sistem pemilihan langsung maupun perwakilan proporsional.
Pemilu ini menjadi yang pertama digelar sejak gelombang protes anti-korupsi yang digerakkan oleh kaum muda pada September lalu berhasil menjatuhkan pemerintahan sebelumnya. Balendra Shah, yang baru berusia 35 tahun dan menjabat wali kota ibu kota Kathmandu, berhasil mengalahkan KP Sharma Oli, mantan perdana menteri sebanyak empat periode, dalam daerah pemilihannya sendiri. Kemenangan ini menandai hasil paling dramatis dalam politik Nepal dalam beberapa waktu terakhir.
Dominasi Rastriya Swatantra Party dalam Pemilu
RSP berhasil mengamankan mayoritas kursi parlemen langsung dari total 185 kursi yang diperebutkan. Dari 125 suara langsung yang telah dihitung, RSP memimpin dengan 98 kursi, jauh meninggalkan partai-partai besar lain seperti Nepali Congress yang hanya meraih 14 kursi dan partai Marxis yang dipimpin oleh Oli dengan tujuh kursi saja. Tren juga menunjukkan penguasaan RSP di 27 dari 40 daerah pemilihan yang tersisa.
Di sisi pemilihan berdasarkan perwakilan proporsional yang terdiri dari 110 kursi, RSP juga memimpin dengan menguasai hampir separuh suara yang telah dihitung. Walaupun hasil akhir untuk bagian ini masih memerlukan beberapa hari untuk diumumkan secara lengkap, keunggulan awal RSP menegaskan posisi dominannya dalam parlemen.
Perubahan Generasi dalam Politik Nepal
Kemenangan Balendra Shah menunjukkan pergeseran kekuatan politik yang melibatkan anggota generasi muda. Demonstrasi yang dipelopori oleh kaum muda pada September tahun lalu bermula dari penolakan terhadap pembatasan akses media sosial dan kemudian melebar ke isu korupsi serta kondisi ekonomi yang memburuk. Gelombang protes ini berhasil menggulingkan pemerintahan Oli yang berbasis ideologi Marxis.
Selain Shah, sejumlah politisi senior tetap memperoleh kursi mereka, seperti Pushpa Kamal Dahal, mantan komandan gerilya Maois dan eks tiga kali perdana menteri, yang memenangkan daerah pemilihannya dan partainya berhasil meraih tiga kursi. Namun, deferitasi Gagan Thapa, pemimpin baru Nepali Congress, oleh RSP menunjukkan adanya penurunan dukungan bagi partai-partai lama.
Respons dan Prospek Pemerintahan Baru
Balendra Shah, yang baru pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen, mengadakan pawai kemenangan di daerah pemilihannya dengan sambutan meriah dari para pendukungnya. Ia mengenakan kacamata hitam khas dan melambaikan tangan dari atap kendaraan, tanpa memberikan pidato saat itu. KP Sharma Oli memberikan ucapan selamat kepada Shah dan berharap masa jabatannya berjalan lancar dan sukses selama lima tahun ke depan.
Komisi Pemilihan Umum Nepal memberikan keterangan bahwa proses penghitungan suara untuk seluruh daerah pemilihan langsung akan selesai pada akhir hari, sementara hasil penghitungan suara proporsional akan diumumkan dalam beberapa hari berikutnya. Hal ini menandakan transparansi dan kelancaran proses demokrasi di Nepal yang sedang berjalan.
Peralihan kekuasaan ini mengindikasikan potensi pembaruan dan harapan baru bagi Nepal yang tengah menghadapi tantangan ekonomi dan pemberantasan korupsi. Keberhasilan partai yang dipimpin oleh figur muda seperti Balendra Shah dapat menjadi cerminan aspirasi generasi baru Nepal yang ingin perubahan nyata dalam arah pemerintahan negara mereka.
