Netanyahu Janji Lanjutkan Perang Dengan Iran, Rencana Sistematis Eradikasi Rezim Menjadi Ancaman Global

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan komitmennya untuk melanjutkan peperangan melawan Iran dengan tujuan menghapuskan rezim Iran secara sistematis. Dalam sebuah pidato televisi, Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk mencapai tujuan tersebut, di tengah eskalasi serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke negara-negara Teluk.

Pada saat yang sama, Israel dan Amerika Serikat meningkatkan serangan udara terhadap wilayah Iran dengan menargetkan berbagai instalasi strategis. Salah satu serangan berhasil membakar bandara utama Tehran, sementara serangan lain mengenai depot minyak, menimbulkan kerusakan signifikan meski Iran melanjutkan serangan balasan.

Serangan Udara dan Respons Iran

Iran mengaku telah menyerang pangkalan militer AS Juffair di Bahrain sebagai balasan atas serangan yang menghantam fasilitas pengolahan air di Iran. Di berbagai kota regional seperti Jerusalem, Doha, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, terjadi peringatan serangan udara dan ledakan, menunjukkan ketegangan yang meluas di wilayah tersebut.

Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 15 rudal dan 119 drone, dengan satu pesawat jatuh di bandara Dubai. Dampak konflik juga terdengar sampai Baghdad, Erbil, dan Saudi Arabia yang melaporkan serangan-serangan baru.

Kepemimpinan Iran dan Sikap Tegas Pemerintah

Pemimpin garis keras Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menegaskan bahwa wilayah-wilayah di kawasan yang digunakan oleh musuh akan terus menjadi sasaran serangan berat. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan permintaan maaf kepada negara tetangga tetapi secara tegas menolak permintaan “penyerahan tanpa syarat” dari pihak lawan.

Pezeshkian bahkan memperingatkan bahwa harapan musuh untuk penyerahan tanpa syarat dari rakyat Iran hanyalah impian yang tidak akan terwujud.

Situasi di Iran dan Wilayah Sekitar

Serangan udara besar-besaran Israel menyasar akademi militer, pusat komando bawah tanah, dan fasilitas penyimpanan rudal di Iran. Penerbangan di Bandara Mehrabad Tehran terganggu parah setelah serangan dini hari yang menghancurkan 16 pesawat dan jet tempur. Netanyahu mengklaim Israel hampir menguasai ruang udara ibu kota Iran.

Sementara itu, dampak perang sudah dirasakan luas, termasuk di Lebanon di mana konflik melebar ke daerah yang dikuasai kelompok militan yang didukung Iran, Hezbollah. Kementerian kesehatan Lebanon melaporkan 294 korban jiwa akibat serangan udara Israel dan Perdana Menteri Nawaf Salam memperingatkan potensi bencana kemanusiaan.

Dampak Global dan Perluasan Konflik

Konflik ini memengaruhi pasar saham global dan memicu kenaikan tajam harga minyak dunia. Pasukan Garda Revolusi Iran mengaku menyerang dua kapal tanker minyak di Teluk, menghambat lalu lintas minyak dan gas di Selat Hormuz, jalur penting energi dunia.

Presiden AS sebelumnya menjanjikan bantuan ekonomi maksimum bila Iran mengganti kepemimpinan dengan figur yang dianggap “dapat diterima”. Namun, utusan Iran di PBB menegaskan bahwa pemilihan pemimpin baru akan dilakukan secara internal tanpa campur tangan asing.

Peran Negara Besar dan Keterlibatan Militer AS

China dan Rusia tampak menghindari keterlibatan langsung, meski ada laporan bahwa Rusia memberikan intelijen mengenai posisi pasukan AS kepada Iran. Menurut Menteri Pertahanan AS, laporan seperti ini tidak menjadi perhatian utama.

Konflik ini juga menimbulkan korban jiwa di kalangan militer AS dengan enam personel tewas hingga kini. Trump dijadwalkan mengikuti upacara pemulangan jenazah mereka sebagai bentuk penghormatan.

Konflik yang telah memasuki minggu kedua ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang masif di kawasan Timur Tengah. Upaya diplomatik dan militer tampaknya masih jauh dari jalan tengah, sementara negara-negara yang terlibat terus memperkuat posisi mereka masing-masing dalam situasi yang sangat dinamis dan berpotensi meluas.

Terkait