Tragedi Longsor TPA Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Operasi Penyelamatan Berakhir Setelah Semua Korban Ditemukan

Pihak berwenang Indonesia telah menyelesaikan operasi penyelamatan setelah longsor di tempat pembuangan sampah Bantargebang menewaskan tujuh orang. Semua korban yang berada di lokasi sudah ditemukan, sehingga pencarian resmi dihentikan.

Longsor terjadi akibat hujan lebat yang membuat timbunan sampah besar runtuh pada hari Minggu. Bantargebang merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia dan berlokasi di pinggiran Jakarta.

Kepala badan penyelamatan setempat, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa tujuh korban ditemukan tertimbun sampah. Sementara enam orang lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut.

Sebelumnya, informasi awal menyebutkan empat korban meninggal dunia, empat orang selamat, dan lima orang masih hilang. Namun, dua orang dari yang dilaporkan hilang ternyata sudah ditemukan selamat dan kembali ke rumah, menurut laporan polisi.

Para korban yang meninggal sebagian besar adalah sopir truk dan pemilik warung makanan di lokasi tempat pembuangan sampah tersebut. Jenis profesi ini cukup umum ditemui di area Bantargebang.

Sebanyak lebih dari 200 petugas penyelamat dikerahkan untuk operasi pencarian menggunakan alat berat dan perangkat drone termal. Penggunaan drone membantu memetakan medan dan menemukan titik-titik lokasi korban.

Tempat pembuangan sampah Bantargebang memiliki luas sekitar 110 hektar. Setiap harinya, lokasi ini menerima sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Insiden longsor ini kembali menyoroti tantangan pengelolaan limbah di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Kondisi cuaca ekstrem dapat memicu kerawanan di area- area pembuangan sampah terbuka.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan, terutama saat musim hujan, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan aman.

Berita Terkait

Back to top button