Eksklusif Pengadilan Konflik Gereja Chaldean di California, Mantan Uskup Dituduh Korupsi Rp4 Miliar dengan Ancaman 15 Tahun Penjara

Seorang mantan uskup Katolik Kaldea di California menghadapi tuduhan penggelapan dana dan pencucian uang setelah diduga mengambil lebih dari $270.000 dari gerejanya. Uskup Emanuel Shaleta secara resmi mengundurkan diri atas perintah Paus Leo XIV dan membantah semua tuduhan tersebut.

Shaleta, yang telah memimpin komunitas Katolik Kaldea kecil di San Diego, ditangkap di Bandara Internasional San Diego saat mencoba meninggalkan Amerika Serikat. Tuduhan datang setelah adanya ketidaksesuaian dalam laporan keuangan gereja, terutama terkait pembayaran sewa bulanan yang mencapai lebih dari $30.000 dari penyewa aula sosial gereja.

Latar Belakang Uskup Emanuel Shaleta
Shaleta lahir di Faysh Kahbur, sebuah kota kecil di Irak dekat perbatasan Suriah. Ia masuk seminari sejak usia 15 tahun dan mendapatkan pendidikan teologi di Irak dan Roma. Ia ditahbiskan oleh Paus Yohanes Paulus II dan kemudian melayani di beberapa negara bagian AS sebelum diangkat sebagai uskup oleh Paus Fransiskus.

Pada 2015, Shaleta diangkat menjadi uskup di Kanada dan dua tahun kemudian dipercayakan memimpin Eparki Santo Petrus Rasul di San Diego. Pengalaman panjangnya menunjukkan peran sentral dalam komunitas Katolik Kaldea, yang merupakan salah satu dari 23 cabang Gereja Katolik Timur yang berkomuni dengan Paus.

Tuduhan Penggelapan dan Pencucian Uang
Kantor Kejaksaan San Diego menetapkan Shaleta menghadapi 16 dakwaan pidana, termasuk delapan tuduhan penggelapan dan delapan tuduhan pencucian uang. Dugaan utama adalah penyalahgunaan uang sewa yang diperoleh dari penyewa gedung gereja dan ketidakcocokan dalam pembukuan keuangan gereja.

Dokumen pengadilan terkait kasus ini disegel, sehingga detail lengkapnya belum dipublikasikan. Namun, Shaleta telah menyatakan tidak bersalah dan dalam misa terakhirnya menegaskan bahwa ia tidak pernah menyalahgunakan dana gereja. Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman penjara hingga 15 tahun.

Reaksi Gereja dan Proses Pengunduran Diri
Pengunduran diri Shaleta diterima oleh Paus Leo XIV sesuai dengan hukum kanon untuk gereja-gereja Rit Timur. Sementara Vatican sedang melakukan penyelidikan menyeluruh, pihak Eparki Katolik Kaldea San Diego menyatakan dukungan kepada uskup dan meminta doa bagi gereja dalam masa sulit ini.

Pengunduran diri Shaleta bertepatan dengan masa pensiun Kardinal Louis Raphael Sako, pemimpin tertinggi Gereja Kaldea. Meskipun tidak jelas apakah kedua peristiwa ini berkaitan, Sako menegaskan bahwa pensiunnya adalah keputusan pribadi dan memberikan dorongan agar umat tetap bersatu dan menghindari sikap balas dendam selama proses hukum berlangsung.

Signifikansi Gereja Katolik Kaldea
Gereja Katolik Kaldea adalah salah satu cabang Kristen penting di Timur Tengah dengan lebih dari satu juta pengikut yang berbicara bahasa Aram. Berakar dari tradisi Rasul Thomas di daerah yang sekarang menjadi Irak, gereja ini memiliki pusat patriarkal di Baghdad. Di Amerika Serikat, komunitas Kaldea tersebar terutama di Arizona, California, dan Illinois dengan perkiraan setengah juta anggota.

Kasus yang menimpa Uskup Shaleta ini menjadi sorotan penting mengingat posisi strategis komunitas Kaldea sebagai jembatan budaya dan spiritual antara Timur Tengah dan diaspora Kristen di Barat. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat mengungkap kebenaran secara adil dan menjaga integritas institusi gereja.

Berbagai pihak kini menunggu sidang pendahuluan dan hasil investigasi dari Vatikan, sambil mengimbau agar jemaat dan masyarakat tetap tenang serta memberikan kesempatan bagi proses hukum untuk berjalan tanpa tekanan.

Exit mobile version