Kabar tentang guru di Batley, Inggris, bernama "Ze Berry" yang menolak mengajar siswa yang memakai kostum karakter Harry Potter dan Dobby The Elf ternyata tidak benar. Cerita ini awalnya beredar melalui sebuah halaman meme di Facebook dan kemudian tersebar sebagai berita viral.
Kisah tersebut mengklaim bahwa guru tersebut merasa fisikanya "sakit" ketika melihat dua siswa berusia 9 tahun masuk kelas dengan kostum tokoh dari seri Harry Potter. Cerita juga menyebutkan bahwa guru menggunakan kata ganti "Ze" dan menuduh J.K. Rowling sebagai "transphobic bigot" sehingga karakter ciptaannya dianggap bermuatan transphobia.
Asal Mula Cerita dan Verifikasi Fakta
Post Facebook yang menyebarkan cerita ini pertama kali muncul pada awal Maret 2026. Namun, tidak ada laporan resmi atau pemberitaan dari media terkait guru "Ze Berry" maupun insiden tersebut. Pencarian mendalam di Google News terhadap nama guru dan kutipan yang diklaim berasal dari Walikota West Yorkshire, Tracy Brabin, juga tidak menunjukkan hasil terkait.
Walikota Tracy Brabin secara langsung membantah klaim itu lewat akun X-nya dengan menulis bahwa gambar dan kisah terkait adalah hasil kreasi AI (kecerdasan buatan). Ia menyuruh publik untuk “tenang” dan mengakui bahwa cerita itu merupakan rekayasa.
Analisis Gambar dan Indikasi AI
Gambar yang dipakai untuk tokoh "Ze Berry" telah dianalisis menggunakan dua detektor online khusus konten yang dibuat oleh AI, yakni Hive Moderation dan AI or Not. Kedua alat tersebut memperkirakan dengan tingkat keyakinan lebih dari 95% bahwa foto tersebut adalah hasil generatif AI, bukan foto nyata.
Selain itu, saat diperiksa dari wilayah Eropa, postingan Facebook itu diberi label “AI info” oleh platform Meta sebagai tanda konten tersebut diindikasikan dibuat atau diedit dengan AI. Namun, pengguna di luar Eropa, seperti di AS, tidak melihat label tersebut.
Informasi Dari Meta tentang Label AI pada Konten
Meta, perusahaan induk Facebook, menjelaskan bahwa mereka memberi label pada konten yang jelas diciptakan dengan AI. Namun, ada perbedaan aturan aplikasinya terhadap jenis konten. Konten video dan audio yang sangat realistis wajib diberi label AI, sedangkan untuk gambar label ini tidak selalu otomatis diberikan, kecuali sistem mendeteksi tanda kuat bahwa gambar tersebut dihasilkan atau dimodifikasi AI.
Bagaimana Membedakan Fakta dan Hoaks Serupa
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memverifikasi cerita seperti ini:
- Cari sumber resmi dari media terpercaya atau pernyataan resmi pihak terkait.
- Gunakan alat deteksi gambar AI untuk memeriksa autentikasi foto atau ilustrasi yang menyertai cerita.
- Periksa tanggal dan konteks berita apakah sesuai dengan waktu kejadian.
- Telusuri apakah ada label peringatan dari platform media sosial yang menandakan konten tersebut diproduksi oleh AI.
- Bandingkan berita dengan portal faktual yang sudah dikenal melakukan cek fakta dengan ketat.
Penelusuran fakta atas cerita guru "Ze Berry" yang menolak ajar siswa bertato kostum Harry Potter dan Dobby menunjukkan bahwa berita ini merupakan fiksi yang dibuat oleh akun meme dan didukung oleh gambar hasil AI. Tidak ada bukti nyata maupun pernyataan resmi yang mendukung klaim tersebut.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan kontroversi tanpa fakta yang kuat. Platform media sosial kini mulai bekerja lebih aktif dalam menandai konten buatan AI untuk membantu pengguna mengenali informasi yang bersifat rekayasa.









