
Peringatan dari FBI mengungkap potensi serangan drone yang direncanakan Iran terhadap pantai California. Informasi ini didapatkan dari sebuah surat peringatan yang menyatakan Iran berencana menggunakan kendaraan udara tak berawak dari kapal tak dikenal untuk menyerang wilayah Amerika Serikat jika terjadi serangan balik ke Iran.
Surat peringatan FBI tersebut menyebutkan serangan ini direncanakan terjadi pada awal Februari 2026. Namun, rincian waktu, metode, maupun target secara spesifik belum diketahui. Peringatan ini muncul di tengah serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan terhadap Iran.
Konteks Ancaman dan Tanggapan Resmi
Gubernur California, Gavin Newsom, mengaku tetap berkoordinasi intensif dengan aparat keamanan dan intelijen terkait potensi ancaman ini. Meski demikian, ia menyatakan tidak ada informasi serangan yang akan segera terjadi. Menurut Newsom, isu terkait drone menjadi fokus perhatian utama dan telah dibentuk kelompok kerja khusus untuk mengantisipasi potensi ancaman tersebut.
Purnawirawan letnan kolonel Mike Nelson yang pernah bertugas di U.S. Central Command menilai peringatan ini sebagai salah satu cara Iran melakukan gangguan terhadap Amerika Serikat. Nelson menuturkan, apabila kemampuan Iran merespons secara langsung menurun, mereka cenderung memilih opsi hibrida atau asimetris, termasuk serangan dari kapal di lepas pantai.
Kendala Operasional Iran
Kemampuan Iran untuk melaksanakan serangan juga dipengaruhi kondisi terkini di Selat Hormuz, yang kini dipenuhi ranjau laut. Menurut Central Command, sebanyak 16 kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan di sekitar lokasi tersebut, yang berimplikasi pada terbatasnya kapasitas armada mereka untuk mengirimkan drone.
Selain itu, belum ada informasi bagaimana kapal yang membawa drone dapat mendekat cukup dekat ke wilayah pantai AS untuk melancarkan serangan. FBI juga memilih untuk tidak mengomentari lebih lanjut terkait peringatan ini.
Reaksi Pihak Pemerintah AS
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan keberatan atas pelaporan media ABC yang mengutip peringatan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang disebarkan hanya berdasarkan email tunggal berisi intelijen yang belum terverifikasi dan tidak mencerminkan ancaman nyata dari Iran terhadap wilayah AS. Leavitt menegaskan tidak ada ancaman seperti itu yang pernah ada.
Serangan Drone Iran di Kawasan Timur Tengah
Sejak konflik di wilayah Timur Tengah meningkat, Iran secara aktif melancarkan serangan drone ke beberapa lokasi di kawasan tersebut. Saudi Arabia berhasil menembak jatuh drone yang menyerang dua kota utama mereka, sementara sasaran drone juga pernah mengenai pangkalan militer di Baghdad International Airport. Beberapa drone jatuh dekat pos keamanan Irak dan fasilitas pendukung logistik pasukan koalisi pimpinan AS.
Amerika Serikat sebelumnya mengirim sistem anti-drone bernama Merops ke wilayah Timur Tengah. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan menetralisir drone lawan, bahkan dalam kondisi gangguan komunikasi satelit maupun elektronik.
Daftar Fakta Penting Mengenai Ancaman Serangan Drone Iran ke Pantai Amerika Serikat
- Rencana serangan menggunakan drone dari kapal tak dikenal di lepas pantai California.
- Target dan waktu serangan belum jelas dan belum terverifikasi.
- Peringatan FBI disampaikan pada awal Februari 2026.
- Gubernur California mengawasi ancaman dengan kesiapsiagaan tinggi.
- Iran menghadapi kendala operasional akibat hancurnya armada dekat Selat Hormuz.
- Pemerintah AS menyatakan ancaman ini tidak pernah dikonfirmasi secara nyata.
- Konflik drone sedang berlangsung intens di Timur Tengah.
- Amerika Serikat mengirim sistem anti-drone canggih untuk merespons ancaman tersebut.
Informasi ini menggambarkan situasi ketegangan yang meningkat dan potensi penggunaan teknologi drone sebagai senjata dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pihak keamanan terus memantau perkembangan situasi demi menjaga stabilitas dan keselamatan wilayah Amerika Serikat.









