Iran Terluka dan Dunia Terancam Guncangan Energi, Memanasnya Serangan Hari Ke-15 US-Israel

Perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini memasuki hari ke-15 dengan eskalasi signifikan pada berbagai front konflik. Serangan udara Amerika Serikat menghantam instalasi militer di Pulau Kharg, pusat penting bagi ekspor minyak Iran yang melewati Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa infrastruktur minyak di pulau tersebut sengaja dikesampingkan untuk menghindari gangguan besar, tetapi menegaskan bisa menjadi target jika Iran menghambat pelayaran di Selat Hormuz.

Iran, melalui Garda Revolusi Islam (IRGC), membalas dengan serangan rudal dan drone terkoordinasi bersama Hezbollah dari Lebanon. IRGC menyebut operasi ini sebagai bagian dari peringatan Hari al-Quds sebagai dukungan bagi Palestina. Dalam konflik yang semakin panas ini, laporan menyebut pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, diduga terluka. Pemerintah AS bahkan menetapkan hadiah sepuluh juta dolar untuk informasi terkait Khamenei dan pejabat tinggi Iran lain.

Situasi di Iran dan Serangan Amerika

Serangan udara di Pulau Kharg disebut Trump sebagai penghantaran pukulan pada “permata mahkota” Iran, karena pulau ini merupakan jalur ekspor minyak utama yang membawa 90 persen produksi minyak Iran melalui Teluk Persia. Meski sasaran militer dihancurkan, infrastruktur minyak utama tetap utuh. Namun, Trump memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa berubah jika kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz mendapat ancaman dari Iran. Konflik ini telah menimbulkan korban besar dengan sedikitnya 1.444 tewas dan 18.551 luka-luka sejak 28 Februari.

Eskalasi di Negara Teluk

Iran balas menyerang aset militer dan komersial AS di kawasan Teluk dengan serangan drone dan rudal. Arab Saudi berhasil mencegat enam drone yang masuk ke wilayahnya termasuk di padang pasir “Empty Quarter”. Qatar juga melaporkan intercept rudal serangan yang menyebabkan kewaspadaan tinggi dengan evakuasi sementara beberapa area publik, termasuk Education City. Di Bahrain, sirine peringatan mengingatkan warga tetap tenang dan segera ke tempat aman. Sementara Oman mengalami dua korban jiwa akibat jatuhnya drone. Pemimpin Oman dan Qatar menggelar pembicaraan menekankan dialog demi meredakan ketegangan.

Formula One pada musim ini kemungkinan dibatalkan atau dijadwalkan ulang di Bahrain dan Saudi karena eskalasi konflik yang membuat kawasan tidak stabil. Perlombaan Bahrain seharusnya berlangsung pada pertengahan April dan Saudi Arabia satu minggu setelahnya.

Langkah Militer dan Politik AS

Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya dengan mengirim 10.000 drone interceptor ke Timur Tengah untuk menghadapi ancaman drone Iran. Kabar juga beredar tentang rencana penggelaran kapal serbu amfibi USS Tripoli dan 2.500 marinir yang mendapat persetujuan pejabat tinggi pertahanan AS. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyuarakan sikap keras bahwa militer AS tidak akan memberi ampun terhadap musuh. Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan adanya potensi perintah yang tidak sesuai hukum.

Serangan dan Kondisi di Israel

Israel telah mengebom sekitar 7.600 sasaran di Iran dan lebih dari 1.100 di Lebanon sejak operasi bersama dengan AS dimulai. Kota Tel Aviv sempat dilaporkan mengalami ledakan setelah peringatan misil datang dari Iran, dengan asap mengepul di beberapa lokasi pusat komersial.

Dampak di Lebanon dan Peran Hezbollah

Israel bertanggung jawab atas 773 kematian di Lebanon hingga awal Maret, termasuk serangan mematikan terhadap pusat kesehatan yang menewaskan 12 tenaga medis. Serangan juga mengenai pos pasukan perdamaian PBB di Meiss el-Jabal. Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, menyatakan siap menghadapi konfrontasi jangka panjang, menganggap konflik sebagai pembelaan terhadap penindasan Israel selama 15 bulan terakhir.

Ketegangan di Irak dan Respon Regional

Pangkalan helikopter kedutaan AS di Baghdad terkena serangan rudal, merusak sistem pertahanan udara. Baghdad mengalami peningkatan serangan dari kelompok yang mendukung Iran. Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, berjanji mencegah serangan lanjutan setelah kematian seorang tentara Perancis dalam serangan drone di wilayah Kurdi. Turki mengeluarkan peringatan agar warganya menghindari perjalanan tidak penting ke Irak menyusul memburuknya situasi.

Dampak Ekonomi Global

Konflik ini menggerus pasokan energi dunia dan mendorong harga minyak melonjak. Kanadapun mengumumkan rencana melepas 23,6 juta barel minyak sebagai bagian dari upaya darurat bersama Badan Energi Internasional (IEA). Biaya bahan bakar pesawat naik drastis, mengakibatkan harga tiket maskapai utama India melambung. Di sisi diplomasi, beberapa negara seperti India, Prancis, dan Italia mulai mengabaikan peran AS dan mencari jalur langsung ke Iran demi menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

Perkembangan perang berdampak luas mulai dari aspek militer, politik, hingga ekonomi, menandakan ketegangan tinggi yang belum menunjukkan tanda mereda. Ancaman terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi global masih berpotensi meningkat sesuai dinamika di lapangan. Banyak pihak terus memantau respons Amerika Serikat, Iran, dan sekutu regional dalam minggu-minggu mendatang.

Terkait