Serangan Drone Siang Hari Langka Guncang Kyiv, Puing Jatuh di Alun-Alun Utama Membuat Panik Warga

Serangan drone yang jarang terjadi mengoyak Kyiv pada siang hari, menunjukkan perubahan taktik yang signifikan dalam konflik yang telah berlangsung lama. Beberapa ledakan terdengar di ibu kota Ukraina saat puing-puing drone jatuh di alun-alun utama kota, mengagetkan penduduk dan meningkatkan kewaspadaan.

Unit pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 194 dari 211 drone yang diluncurkan Rusia. Menurut juru bicara angkatan udara, Yuri Ihnat, serangan ini berbeda karena melibatkan berbagai jenis drone yang menyerang wilayah pusat Kyiv pada pagi hari, waktu yang tidak biasa untuk serangan drone.

Serangan drone umumnya terjadi saat malam hari karena serangan pada malam hari lebih sulit dideteksi. Namun, kali ini Rusia menggunakan drone yang tampaknya telah diperbarui dengan kemampuan jaringan komunikasi yang memungkinkan kontrol langsung selama misi. Ini merupakan peningkatan teknologi dari drone pra-pemrograman yang sebelumnya digunakan dalam serangan jarak jauh. Ihnat menambahkan bahwa para ahli sedang melakukan identifikasi terhadap jenis-jenis drone yang digunakan dalam serangan tersebut.

Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa puing drone jatuh di distrik Shevchenkivskyi yang padat penduduk dan dua distrik lain di bagian barat ibu kota. Ledakan yang mengguncang kota membuat banyak warga bergegas menuju tempat perlindungan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini, namun kerusakan properti dan kepanikan sempat terjadi.

Dalam rekaman televisi Reuters, terlihat petugas kepolisian memeriksa puing-puing drone di dekat Monumen Kemerdekaan di alun-alun utama Kyiv. Serangan ini menandai eskalasi dalam penggunaan drone sebagai senjata dalam perang ini. Rusia tidak hanya menyerang Kyiv, tetapi dalam beberapa hari terakhir juga menjadi target serangan drone Ukraina, terutama di ibu kota Rusia, Moskow.

Selama akhir pekan, Rusia mengklaim menembak jatuh 250 drone Ukraina yang menyerang Moskow, yang disebut sebagai serangan terbesar dalam setahun terakhir. Konflik antara Rusia dan Ukraina yang dimulai pada Februari 2022 telah menyebabkan korban jiwa yang sangat besar dan kerusakan infrastruktur yang parah di kedua negara, menjadikannya perang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Selain serangan di Kyiv, pada hari yang sama Rusia melancarkan serangan udara di wilayah Dnipropetrovsk di timur Ukraina. Gubernur wilayah tersebut melaporkan dua warga sipil tewas dan tujuh lainnya terluka akibat serangan tersebut, menambah daftar panjang kerugian sipil dalam konflik ini.

Serangan drone yang semakin canggih ini menunjukkan adanya perkembangan taktik militer yang dinamis dan peningkatan penggunaan teknologi dalam konflik bersenjata. Pertahanan udara Ukraina yang tangguh berhasil mencegah kerusakan yang lebih besar di ibu kota, namun ancaman serangan serupa kemungkinan masih akan berlanjut seiring konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Berita Terkait

Back to top button