Panel independen yang dibentuk oleh pemerintah Hong Kong mulai menggelar sidang untuk menyelidiki kebakaran hebat yang terjadi di kompleks perumahan Wang Fuk di Tai Po. Kebakaran yang menewaskan 168 orang ini menjadi bencana kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Sidang ini dipimpin oleh seorang hakim dan diinisiasi oleh pemimpin Hong Kong, John Lee, guna mengidentifikasi penyebab dan faktor yang menyebabkan kegagalan sistem keselamatan kebakaran. Pengacara utama panel, Victor Dawes, menyampaikan bahwa hampir seluruh sistem keselamatan kebakaran gagal berfungsi pada saat kejadian karena faktor manusia.
Kerusakan Sistem Keselamatan Kebakaran
Dawes menjelaskan lima masalah utama yang memengaruhi efektivitas proteksi kebakaran. Beberapa langkah keselamatan yang dinonaktifkan antara lain alarm kebakaran pada tujuh blok gedung, serta penutupan hidran dan gulungan selang air pemadam. Selain itu, jendela tangga dan koridor yang biasanya menjadi jalur evakuasi dilepas demi memudahkan pekerjaan renovasi, sehingga asap dan api masuk ke jalur evakuasi tersebut.
Netting atau jaring pengaman yang digunakan selama renovasi tidak memenuhi standar tahan api. Aktvitas pekerja bangunan yang merokok di lokasi renovasi juga menjadi sorotan utama karena dikhawatirkan menjadi penyebab kebakaran. Investigasi menemukan banyak puntung rokok di area scaffolding dan lorong-lorong gedung.
Korban dan Dampak Kebakaran
Korban yang ditemukan beragam, mulai dari bayi enam bulan hingga lansia berusia 98 tahun. Dari 168 korban, diketahui ada 150 penghuni, sembilan pekerja domestik, tujuh pekerja konstruksi, satu petugas pemadam kebakaran, dan seorang pengunjung. Sebanyak 37 keluarga kehilangan lebih dari satu anggota akibat api tersebut.
Salah satu warga korban, Phyllis Lo, mengungkapkan kesedihannya setelah menyaksikan bukti video kebakaran yang memperlihatkan proses kebakaran hingga evakuasi. Lo dan warga lainnya menuntut kejelasan kenapa alarm kebakaran tidak berbunyi saat kejadian berlangsung.
Langkah Investigasi dan Penyidikan
Panel menyita hampir satu juta berkas bukti, termasuk foto, video, dan dokumen yang disusun dari berbagai laporan dan rekaman CCTV. Sidang ini tidak hanya fokus pada penyebab teknis kebakaran, tapi juga mencoba menguak adanya praktik korupsi dan pengaturan tender ilegal di proyek pembangunan di Hong Kong.
Hakim David Lok menekankan pentingnya hukum berjalan tanpa intervensi politik agar hasil penyelidikan ini bisa memberikan langkah pencegahan yang efektif. Pemerintah telah mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan tragedi ini sebagai alat politik.
Harapan Masyarakat untuk Kejelasan dan Perbaikan
Masyarakat Hong Kong, terutama korban dan keluarga yang terdampak, menuntut akuntabilitas dan transparansi dari hasil penyelidikan ini. Mereka berharap tragedi memilukan ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan standar keselamatan kebakaran dan pengawasan renovasi di seluruh kota.
Sembari panel terus menjalankan penyelidikan, perhatian publik tetap tinggi terhadap kasus ini. Penyelidikan akan menentukan tindakan hukum dan kebijakan pencegahan agar bencana serupa tidak terulang di masa depan.
