Panel penyelidikan Hong Kong mendapati hampir semua langkah keselamatan kebakaran gagal berfungsi saat kebakaran dahsyat melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court. Kebakaran yang terjadi pada 26 November lalu ini menewaskan 168 orang dan menjadi kebakaran gedung hunian paling mematikan di dunia sejak 1980.
Kebakaran tersebut membakar tujuh dari delapan menara apartemen yang sedang direnovasi dan dilapisi rangka bambu, jaring pelindung, serta papan busa yang diduga mempercepat penyebaran api. Pengacara utama Victor Dawes menyebut kebakaran ini meninggalkan luka mendalam dalam ingatan kolektif warga Hong Kong.
Kegagalan Sistem Keselamatan
Dawes menegaskan bahwa hampir semua sistem keselamatan kebakaran tidak berfungsi akibat faktor manusia pada hari kejadian. "Hasil penyelidikan menunjukkan kegagalan nyaris seluruh langkah penyelamatan karena kelalaian manusia," ujar Dawes di hari pertama dengar pendapat.
Dia menggambarkan kebakaran ini sebagai "api dari fasad" yang muncul akibat kombinasi beberapa faktor. Komite penyelidikan mengumpulkan lebih dari satu juta dokumen, termasuk kesaksian visual dan teks dari penghuni, pekerja bangunan, serta petugas pemadam kebakaran.
Penyebab Kebakaran dan Pelanggaran Protokol
Meskipun penyebab pasti kebakaran belum ditemukan, kemungkinan besar api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Dawes menekankan bahwa aturan larangan merokok di lokasi kerja sering dilanggar. Bukti berupa foto dan video pekerja yang merokok di atas scaffolding telah beredar di grup media sosial warga.
Selain itu, jaring pelindung yang digunakan oleh kontraktor ternyata berkualitas rendah dan mudah terbakar. Hal ini menimbulkan kegeraman warga yang merasa mereka telah dipermainkan soal keselamatan.
Kondisi Darurat dan Hambatan Pemadaman
Cuplikan video yang diputar dalam dengar pendapat menunjukkan api melahap gedung hanya dalam waktu kurang dari empat menit, diikuti dengan runtuhnya scaffolding bambu. Warga terdengar panik karena alarm kebakaran tidak berbunyi dan alat pemadam kebakaran tidak dapat digunakan.
Falling bamboo scaffold juga menimbulkan kendala besar bagi petugas pemadam kebakaran dan menghambat jalan evakuasi utama hanya 30 menit setelah suara alarm terdengar. Kesulitan ini menambah tragedi kematian yang besar di kompleks tersebut.
Dampak dan Respons Warga
Pada saat kebakaran terjadi, Wang Fuk Court dihuni oleh lebih dari 4.600 orang, termasuk sekitar 1.700 warga lanjut usia. Beberapa mantan penghuni mengungkapkan kemarahan dan keheranan terkait kegagalan alarm kebakaran yang seharusnya menjadi peringatan dini.
Seorang korban, Yip Ka-kui, yang kehilangan istri dan tempat tinggalnya dalam kebakaran itu, menyebut info yang muncul dalam penyelidikan cukup mengejutkan dan berharap kebenaran akan terungkap.
Proses Penyelidikan dan Tindakan Hukum
Dengar pendapat ini melibatkan pejabat pemerintah, mantan penghuni, direktur perusahaan konstruksi, dan anggota komite pengelola Wang Fuk Court. Polisi sudah melakukan penyelidikan kriminal dan telah menangkap 38 orang dengan tuduhan termasuk pembunuhan tidak sengaja dan penipuan.
Komisi Anti-Korupsi Hong Kong juga menangkap 23 tersangka dari kalangan konsultan, kontraktor, dan anggota korporasi pemilik kompleks untuk mengusut dugaan praktik korupsi terkait proyek renovasi.
Penyidik terus menggali fakta demi memperbaiki standar keselamatan dan mencegah tragedi serupa terjadi kembali di wilayah urban padat penduduk seperti Hong Kong.









