Video viral yang mengklaim memperlihatkan reruntuhan pusat data Amazon di Timur Tengah ternyata palsu. Banyak tanda menunjukkan bahwa video tersebut hasil buatan AI, termasuk kesalahan penulisan nama perusahaan dan sosok manusia yang kehilangan kepala tetapi tiba-tiba memiliki kepala kembali dalam hitungan detik.
Video ini pertama kali diunggah di TikTok pada 9 Maret, dengan narasi bahwa pusat data Amazon diserang di tengah krisis geopolitik di Timur Tengah. Namun, pemeriksaan mendalam membuktikan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan video tersebut dibuat menggunakan teknologi AI dari Google.
Tanda-tanda Video Palsu Berbasis AI
Beberapa detail aneh dalam video mudah dikenali sebagai hasil rekayasa AI. Misalnya, nama perusahaan tertulis salah sebanyak dua kali dalam satu frame, sebuah kesalahan yang tidak mungkin terjadi dalam footage resmi. Selain itu, selang pemadam kebakaran tampak menyatu dengan aspal, dan salah satu truk pemadam memiliki kemudi di kedua ujungnya, yang secara teknis mustahil.
Salah satu keberadaan yang paling mencolok adalah sosok manusia yang tiba-tiba kehilangan kepala dan kemudian kepalanya muncul kembali dalam waktu kurang dari satu detik. Hal ini secara jelas menunjukkan manipulasi AI dalam pembuatan video tersebut.
Analisis Deteksi AI dari Berbagai Alat Deteksi
Lead Stories menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi konten AI pada video ini dan mendapatkan hasil dengan probabilitas 99,9% bahwa video ini dihasilkan oleh generative AI. Selain itu, dua model deteksi AI pada DeepFake-o-meter memberikan persentase kemungkinan antara 52,4% hingga 100% bahwa video dibuat menggunakan AI.
Situs AI or Not juga memverifikasi bahwa banyak bingkai dalam video tersebut mendapatkan skor 99% sampai 100% sebagai konten yang dihasilkan AI. Kesimpulan ini memperkuat dugaan bahwa video tersebut tidak otentik.
Konteks Nyata Tentang Pusat Data Amazon di Timur Tengah
Meski ada laporan kredibel tentang pusat data Amazon yang terkena serangan rudal Iran pada saat konflik yang dimulai pada akhir Februari, video viral yang beredar tidak terkait dengan peristiwa tersebut. Pencarian gambar terbalik dan tab “About this image” pada Google menunjukkan bahwa klip tersebut diproduksi oleh Google AI dan bukan rekaman asli konflik atau kerusakan.
Berikut adalah ringkasan fakta terkait video ini:
- Video pertama kali muncul di TikTok dengan klaim palsu.
- Video menampilkan kesalahan nyata yang umum pada hasil karya AI.
- Detektor AI profesional mengonfirmasi video sangat mungkin hasil rekayasa.
- Tidak ada bukti valid bahwa video menunjukkan reruntuhan pusat data Amazon.
- Amazon memang terkena dampak di wilayah tersebut, tetapi tidak ada footage asli seperti yang diunggah.
Konten hasil manipulasi AI semakin marak di era digital. Oleh sebab itu, sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan verifikasi fakta. Video viral terkait reruntuhan pusat data Amazon ini membuktikan perlunya ketelitian sebelum mempercayai dan membagikan informasi di media sosial.
Dengan verifikasi menggunakan alat dan sumber kredibel, publik dapat membedakan antara fakta dan disinformasi yang mengatasnamakan kejadian nyata. Informasi yang akurat sangat vital untuk memahami situasi geopolitik dan perkembangan teknologi di dunia.









