Iran telah mengeksekusi tiga orang yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan petugas kepolisian dan melakukan operasi yang mendukung Amerika Serikat serta Israel selama kerusuhan yang terjadi sebelumnya tahun ini. Eksekusi ini dilakukan di tengah kondisi perang yang telah berlangsung selama 20 hari, menurut pernyataan resmi dari badan kehakiman Iran.
Menurut situs Mizan Online yang dikelola oleh lembaga peradilan Iran, ketiga terpidana tersebut dijatuhi hukuman gantung karena terlibat dalam pembunuhan dua anggota aparat penegak hukum. Mereka juga dinilai melakukan tindakan yang mendukung rezim Zionis dan kepentingan Amerika Serikat.
Reaksi dan Dampak Dari Kerusuhan di Iran
Pihak berwenang Iran melaporkan bahwa sebanyak 3.117 orang meninggal dunia selama protes anti-pemerintah yang mulai berlangsung pada akhir Desember tahun lalu. Angka ini secara tegas ditolak oleh PBB dan organisasi HAM internasional yang mengklaim bahwa sebagian besar korban adalah akibat tindakan aparat keamanan negara. Kematian terbanyak terjadi pada 8 dan 9 Januari.
Sebelum perang dimulai, Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebuah lembaga HAM yang berbasis di AS, memverifikasi 6.872 kematian dan menginvestigasi lebih dari 11.000 kasus tambahan terkait kerusuhan tersebut. Sementara itu, pelapor khusus PBB menyatakan bahwa jumlah korban tewas bisa mencapai lebih dari 20.000 orang, meskipun data sulit diperoleh akibat penyaringan internet yang ketat oleh pemerintah.
Penangkapan dan Tindakan Keamanan Terbaru
Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Iran mengumumkan penangkapan ratusan orang di seluruh negeri. Operasi keamanan ini menargetkan individu yang disebut sebagai “pengkhianat” yang diduga bekerja sama dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Kementerian Intelijen Iran menyampaikan bahwa sebanyak 111 sel “pro-monarki” berhasil digagalkan dalam 26 dari 31 provinsi di negara tersebut. Sel-sel ini diduga akan melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan pemerintahan teokratis yang berkuasa setelah revolusi Islam tahun 1979 yang menggulingkan monarki yang didukung AS.
Eksekusi Terkait Spionase dan Perang Israel-AS vs Iran
Eksekusi terbaru ini bukan yang pertama. Pada tahun 2025, Iran juga telah mengeksekusi beberapa orang yang dihukum karena melakukan spionase untuk Mossad, badan intelijen Israel. Tindakan keras ini menjadi bagian dari langkah luas pemerintah yang memperketat pengawasan dan penindakan terhadap oknum yang diduga berkolaborasi dengan musuh selama konflik 12 hari antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Sebelumnya, seorang warga negara Swedia dieksekusi oleh Iran dengan tuduhan sebagai mata-mata Israel. Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Swedia, menandai ketegangan yang tinggi dalam situasi konflik yang sedang berlangsung.
Eksekusi, penangkapan, dan operasi kontra-pemberontakan di Iran mencerminkan ketegangan yang terus meningkat akibat protes domestik dan konflik geopolitik yang melibatkan beberapa kekuatan besar dunia. Hal ini juga menunjukkan sikap keras pemerintah Iran dalam mempertahankan stabilitas rezim dan menumpas oposisi yang dianggap sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan negara.
