Maut Perang AS-Israel Melawan Iran Terungkap, Ribuan Korban Jiwa Mengoyak Kawasan Timur Tengah

Sejak serangan yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, ribuan orang telah menjadi korban tewas di wilayah Timur Tengah. Balasan Iran berupa serangan ke Israel, basis-basis militer AS, dan negara-negara Teluk menambah eskalasi konflik berdarah ini.

Data Korban Jiwa di Iran dan Negara Sekitarnya

Menurut organisasi HAM berbasis di AS, HRANA, jumlah korban tewas di Iran mencapai 3.186 orang. Dari angka ini, 1.394 adalah warga sipil termasuk sedikitnya 210 anak-anak. HRANA mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti laporan lapangan, kontak lokal, serta jaringan masyarakat sipil. Namun, beberapa media pemerintah Iran melaporkan angka korban lebih rendah sekitar 1.270 orang, sementara Duta Besar Iran untuk PBB menyatakan korban meninggal sedikitnya 1.332 jiwa. Ketidaksesuaian ini belum dijelaskan secara resmi.

Lebanon mencatat sekitar 1.021 korban jiwa akibat serangan Israel sejak awal Maret. Organisasi Kesehatan Dunia dan otoritas kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 100 korban adalah anak-anak. Data ini menunjukkan dampak besar konflik pada warga sipil di wilayah Lebanon.

Di Irak, otoritas setempat melaporkan sedikitnya 60 kematian, didominasi anggota Pasukan Mobilisasi Populer Syiah. Insiden serangan pada kapal tanker juga menewaskan satu awak asing di pelabuhan Irak, berdasarkan informasi dari petugas keamanan pelabuhan.

Kerugian Korban di Israel dan Amerika Serikat

Israel kehilangan 15 warga sipil, termasuk sembilan orang akibat serangan rudal Iran di Beit Shemesh dekat Yerusalem. Pasukan militer Israel juga melaporkan dua prajurit gugur di Lebanon selatan, sedangkan empat perempuan Palestina tewas dalam serangan rudal di Tepi Barat.

Pasukan Amerika Serikat mengalami 13 korban jiwa. Enam meninggal dalam kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar militer di Irak, sedangkan tujuh lainnya tewas dalam operasi melawan Iran. Ini mencerminkan bahaya yang dihadapi personel militer AS dalam konflik ini.

Luka Korban di Negara-negara Teluk dan Wilayah Lain

Uni Emirat Arab mengonfirmasi delapan orang tewas dalam serangan Iran, termasuk dua tentara. Kuwait melaporkan enam kematian, terdiri atas dua korban serangan Iran, dua petugas kementerian dalam negeri, dan dua tentara. Di Suriah, empat orang meninggal akibat serangan rudal Iran di kota Sweida.

Oman mencatat dua korban jiwa setelah serangan drone di zona industri provinsi Sohar, yang merupakan kematian pertama di dalam negeri tersebut selama berlangsungnya pembicaraan mediasi antara AS dan Iran. Saudi Arabia mengalami dua kematian akibat jatuhnya proyektil di daerah pemukiman Al-Kharj. Bahrain juga melaporkan dua korban dalam dua serangan terpisah yang menargetkan tempat tinggal di ibu kota Manama.

Korban Warga Negara Asing dan Militer di Irak

Seorang tentara Prancis tewas dan enam lainnya terluka akibat serangan drone di Irak utara saat menjalankan pelatihan kontra-terorisme. Hal ini menegaskan bahwa pasukan internasional juga terdampak langsung oleh kekerasan yang berlangsung.

Rangkuman Data Korban

  1. Iran: 3.186 tewas (HRANA), 1.270-1.332 tewas (media resmi)
  2. Lebanon: 1.021 tewas (WHO & otoritas)
  3. Irak: 60 tewas
  4. Israel: 15 tewas (warga sipil dan militer)
  5. Amerika Serikat: 13 tewas (personel militer)
  6. UAE: 8 tewas
  7. Kuwait: 6 tewas
  8. Suriah: 4 tewas
  9. Oman: 2 tewas
  10. Saudi Arabia: 2 tewas
  11. Bahrain: 2 tewas
  12. Prancis: 1 tewas, 6 luka

Konflik antara AS, Israel, dan Iran kini telah menimbulkan kerugian korban jiwa yang signifikan di berbagai wilayah, termasuk di negara-negara ketiga yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Informasi korban ini penting untuk memahami dampak kemanusiaan dan tingkat ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Berita Terkait

Back to top button