Iran Serang Israel Selatan Dengan Rudal Mematikan, Lebih 100 Terluka Netanyah Janji Balas Semua Front

Iran meluncurkan dua rudal yang menghantam wilayah selatan Israel, menyebabkan lebih dari 100 orang terluka. Serangan ini dianggap sebagai yang paling merusak sejak perang yang telah berlangsung selama tiga minggu.

Rudal-rudal tersebut menghancurkan fasad bangunan tempat tinggal dan meninggalkan lubang besar di tanah. Di kota Arad, 75 orang terluka, termasuk 10 dalam kondisi serius, sementara di Dimona, 33 orang mengalami luka-luka.

Serangan Terhadap Dimona dan Klaim Iran

Dimona dikenal sebagai lokasi fasilitas yang diduga menyimpan arsenal nuklir tunggal di Timur Tengah. Meskipun Israel belum pernah mengakui kepemilikan senjata nuklir, militer Israel menyatakan bahwa sebuah bangunan di Dimona terkena rudal secara langsung.

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun termasuk di antara korban yang mengalami luka parah akibat serpihan. Iran mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklirnya di Natanz.

Reaksi dan Tindakan Balasan Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan melakukan pembalasan di berbagai front. Ia menyebut malam itu sebagai “sangat sulit” dan menyatakan komitmennya untuk terus menyerang Iran.

Militer Israel melaporkan telah melakukan serangan terhadap sebuah fasilitas di sebuah universitas di Teheran yang digunakan untuk pengembangan komponen senjata nuklir dan rudal balistik.

Ketegangan di Selat Hormuz dan Dampaknya

Selain serangan rudal, ketegangan meningkat di Selat Hormuz setelah Iran memberlakukan pembatasan terhadap kapal dari negara-negara yang menyerang wilayahnya. Selat ini vital karena mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Komandan US Central Command, Admiral Brad Cooper, menyatakan bahwa pesawat tempur AS telah menghancurkan fasilitas pesisir Iran yang menyimpan rudal anti-kapal dan radar pengawas. Negara-negara Eropa serta sejumlah negara lain mengecam “penutupan de facto Selat Hormuz oleh Iran” dan menyatakan kesiapan untuk memastikan keamanan pelayaran.

Daya Tahan Iran dan Konteks Perang

Analis menyebut ketahanan Iran terhadap serangan militer lebih tinggi dari yang diperkirakan. Organisasi pemantau nuklir PBB juga mengimbau agar semua pihak menahan diri guna menghindari kecelakaan nuklir.

Setelah tiga minggu peperangan, tekanan internasional terhadap situasi kian meningkat, terutama terkait stabilitas regional dan keselamatan jalur perdagangan minyak. Iran masih menunjukkan kemampuan melancarkan serangan rudal bahkan dalam kondisi tekanan militer berat.

Serangan Rudal Terjangkau Jarak Jauh

Dalam perkembangan terbaru, Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan AS-UK di Diego Garcia, lokasi yang berjarak sekitar 4.000 kilometer dari Iran. Serangan ini dilaporkan gagal mengenai sasaran. Kepala militer Israel menyebut rudal yang digunakan memiliki jangkauan hingga ibu kota Eropa, menunjukkan kemampuan Iran dalam mengoperasikan peluncur rudal mobile secara tersembunyi.

Ketegangan antarnegara di Timur Tengah makin memanas seiring dengan siklus serangan dan balasan, dengan dampak yang meluas hingga keamanan global dan ekonomi energi. Indonesia dan dunia terus mengamati perkembangan situasi ini dengan penuh perhatian.

Berita Terkait

Back to top button