Britain Tegaskan Pangkalan Akrotiri Di Siprus Tak Ikut Dalam Perjanjian Pertahanan UK-AS, Ancaman Iran Memanas di Laut Hormuz

Britania Raya menegaskan bahwa pangkalan militer di Akrotiri, Siprus, tidak akan termasuk dalam kesepakatan pertahanan bersama dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan menyusul pembicaraan antara Perdana Menteri Keir Starmer dan Presiden Siprus Nikos Christodoulides.

Pemerintah Inggris telah memberikan izin penggunaan pangkalan RAF Fairford di Inggris dan Diego Garcia, posko gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia, untuk operasi serangan defensif terhadap situs rudal Iran yang mengancam kapal di Selat Hormuz. Namun, RAF Akrotiri secara resmi dikecualikan dari kesepakatan tersebut.

Seorang juru bicara kantor perdana menteri Inggris menjelaskan, RAF Akrotiri tidak akan terlibat dalam perjanjian pertahanan bersama Inggris dan AS untuk penggunaan pangkalan militer demi membela kawasan tersebut. Keputusan ini juga merespons insiden pada awal Maret, ketika sebuah drone tipe Shahed milik Iran menyebabkan kerusakan ringan di fasilitas pangkalan udara tersebut.

Siprus sendiri tetap menjadi wilayah dengan dua pangkalan militer Inggris sejak negara ini merdeka pada 1960. Tidak ada kejadian keamanan signifikan lainnya yang dilaporkan di pulau tersebut setelah serangan drone. Pemerintah Siprus menyambut pernyataan Starmer yang menekankan pentingnya keamanan Republik Siprus bagi Inggris.

Dalam pernyataan resmi, juru bicara pemerintah Siprus menyebutkan bahwa langkah-langkah pencegahan akan diperkuat untuk menjaga keamanan pulau tersebut. Starmer juga menegaskan bahwa pangkalan Inggris di Siprus tidak akan dipakai untuk operasi militer ofensif apa pun.

Sementara itu, sumber di Kementerian Pertahanan Inggris mengungkap bahwa sebelumnya terjadi serangan rudal balistik Iran ke arah Diego Garcia sebelum izin penggunaan pangkalan militer diberikan kepada AS. Kebijakan pemerintah Inggris terkait konflik AS dan Israel melawan Iran tetap bersifat defensif.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menjelaskan kepada media bahwa dukungan yang diberikan hanya bersifat pertahanan terhadap ancaman rudal Iran yang dianggap sembrono. Inggris tidak terlibat dalam tindakan ofensif dan menginginkan penyelesaian cepat untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

Berikut ringkasan poin penting terkait kebijakan pertahanan Inggris di wilayah tersebut:
1. Pangkalan RAF Fairford dan Diego Garcia diizinkan untuk operasi defensif dengan AS.
2. RAF Akrotiri di Siprus tidak termasuk dalam perjanjian tersebut.
3. Keamanan Siprus menjadi fokus utama bagi Inggris dan langkah pencegahan akan ditingkatkan.
4. Inggris menolak terlibat dalam aksi militer ofensif terhadap Iran.
5. Dukungan Inggris hanya bersifat defensif dan mengutamakan penyelesaian damai.

Penegasan posisi Inggris ini penting untuk menjaga kestabilan keamanan di kawasan Timur Tengah dan Mediterania. Langkah tersebut juga memperlihatkan kehati-hatian Inggris dalam mengelola koalisi militernya dengan Amerika Serikat tanpa mengabaikan kepentingan dan stabilitas negara sahabat seperti Siprus.

Berita Terkait

Back to top button