Israel Meluncurkan Serangan Mematikan Di Selatan Beirut, Dua Anggota Hezbollah Ditangkap Dalam Operasi Rahasia

Israel melakukan serangkaian serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada Senin malam hingga Selasa dini hari. Ini menjadi serangan pertama dalam beberapa hari terakhir yang menyasar benteng utama Hezbollah di wilayah tersebut. Militer Israel mengumumkan telah menangkap dua anggota kelompok yang didukung Iran itu di Lebanon selatan.

Sebelumnya, Israel menyerang kawasan Hazmieh yang mayoritas penduduknya Kristen dan tergolong wilayah mewah dekat Beirut. Target serangan adalah seorang anggota pasukan khusus Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dari Iran. Serangan ini menimbulkan asap tebal di langit selatan ibu kota dan terdengar suara pesawat tempur Israel.

Serangan Israel di Beirut dan Sekitarnya

Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka menargetkan infrastruktur Hezbollah di Beirut setelah mengimbaui warga sipil untuk meninggalkan kawasan selatan kota. Menurut laporan resmi, selama operasi pencarian senjata di Lebanon selatan, pasukan Israel mengidentifikasi beberapa anggota bersenjata dari pasukan Radwan Hezbollah yang tengah merencanakan serangan rudal anti-tank.

Setelah terdeteksi, para anggota Hezbollah menyerah dan ditangkap untuk diperiksa lebih lanjut di wilayah Israel. Jumlah tahanan saat ini adalah dua orang. Sementara itu, militan Hezbollah melaporkan lebih dari 50 serangan yang menargetkan pasukan dan pangkalan Israel di utara Israel serta Lebanon selatan, terutama di kota pesisir perbatasan Naqura.

Dampak Serangan dan Tanggapannya

Lebanon kini semakin terseret ke dalam konflik Timur Tengah setelah Hezbollah mulai meluncurkan roket ke wilayah Israel pada awal bulan. Aksi ini sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan Israel-AS. Selama konflik, Israel telah melancarkan serangan di berbagai daerah Lebanon yang menyebabkan sedikitnya 1.039 orang tewas.

Serangan di Hazmieh menewaskan minimal satu orang menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Daerah tersebut merupakan kawasan elit yang berdekatan dengan istana presiden. Wali Kota Jean Asmar menyatakan bahwa serangan ini menghancurkan sebuah kamar di apartemen yang disewa oleh keluarga pengungsi dan mengharuskan pemerintah mengambil langkah penanganan pengungsi baru agar kejadian serupa tidak terulang.

Peran Iran dan Pernyataan Para Pemimpin

Pemimpin politik Lebanon menyebut bahwa operasi militer di Lebanon dikelola oleh Korps Pengawal Revolusi Iran. Klaim ini memperkuat dugaan keterlibatan langsung Iran dalam konflik yang semakin memburuk. Dalam bulan-bulan terakhir, Israel telah menangkap sejumlah warga Lebanon yang diduga anggota Hezbollah, menambah daftar para tahanan yang mencapai puluhan orang.

Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa pertempuran melawan Hezbollah baru saja dimulai. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan terus melancarkan serangan tidak hanya di Lebanon, tetapi juga di Iran. Ini mencakup target-target strategis seperti jembatan penghubung di Lebanon selatan yang digunakan untuk aktivitas teroris, sesuai arahan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.

Serangan Terhadap Pasukan Perdamaian PBB

Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon melaporkan bahwa markas mereka di Naqura terkena tembakan proyektil yang diduga diluncurkan oleh aktor non-negara. Insiden ini menambah ketegangan di garis depan konflik yang semakin aktif di wilayah perbatasan Lebanon–Israel.

Peringatan evakuasi juga dikeluarkan oleh militer Israel untuk dua kota pantai di dekat Tyre, Lebanon selatan, menyusul serangan udara yang terus berlanjut. Kondisi ini memicu ketidakpastian tinggi bagi warga sipil yang tinggal di daerah rawan konflik.

Dengan situasi yang semakin dinamis dan kompleks, konflik antara Israel dan Hezbollah di wilayah selatan Lebanon berpotensi memperluas dampaknya di seluruh kawasan. Upaya mediasi internasional dan peran aktor regional menjadi kunci untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik ini.

Berita Terkait

Back to top button