Konflik Iran mulai menekan minat wisata awal musim panas di Siprus, dan dampaknya juga merambat ke Yunani yang sama-sama bergantung pada arus wisatawan musiman. Lonjakan pembatalan pemesanan, pelemahan permintaan baru, dan pergeseran tujuan ke Mediterania Barat menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik cepat memukul sektor yang sensitif terhadap sentimen perjalanan.
Di Siprus, guncangan itu terasa sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, lalu semakin tajam setelah serangan balasan Iran dan insiden drone yang menghantam pangkalan angkatan laut Inggris di pulau tersebut. Bagi pelaku industri, periode itu bertepatan dengan momen sektor pariwisata baru dibuka kembali setelah musim dingin, sehingga pembatalan datang saat pasar seharusnya mulai bergerak naik.
Pembatalan melonjak, pemesanan baru melemah
Data AirDNA yang melacak pemesanan jangka pendek menunjukkan tingkat pembatalan harian di Siprus naik dari sekitar 15% sebelum konflik menjadi setinggi 100% pada hari-hari setelah eskalasi. Angka itu kemudian turun, tetapi masih berada di kisaran 45% pada 21 Maret, menandakan tekanan belum benar-benar reda.
Asosiasi Hotel Siprus juga melaporkan penurunan hampir 40% dalam pemesanan untuk Maret dan penurunan serupa untuk April. Direktur jenderalnya, Christos Angelides, mengatakan kepada Reuters bahwa tren pembatalan terus berdatangan sejak awal konflik dan menambah ketidakpastian bagi bisnis yang bergantung pada musim ramai.
Pelaku usaha di Siprus merasakan sepinya kunjungan
Di Limassol, Nicholas Aristou, direktur komersial Muskita Hotels, mengatakan banyak pembatalan masuk sejak awal Maret. Ia menegaskan perlunya menjaga bulan-bulan puncak agar bisnis tidak terpukul lebih jauh saat musim panas tiba.
- Pemesanan baru turun tajam setelah konflik memanas.
- Pembatalan meningkat cepat pada akomodasi jangka pendek.
- Pelaku hotel khawatir pelemahan berlanjut ke periode puncak.
- Wisatawan cenderung memilih destinasi lain yang dinilai lebih stabil.
Di kawasan Ayios Andreas, Limassol, pemilik toko suvenir Savvas Orphanos menggambarkan kondisi yang sepi dari wisatawan ketika Reuters mengunjungi wilayah itu. Hujan deras pada saat yang sama memperburuk suasana, tetapi keluhan utamanya tetap sama: aliran pengunjung belum kembali seperti yang diharapkan.
Dampak menjalar ke proyeksi ekonomi Siprus
Efek konflik tidak hanya terlihat pada okupansi hotel, tetapi juga pada ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Bank Sentral Siprus memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk menjadi 2,7% dari 3,0%, dengan asumsi konflik akan berlangsung sekitar dua bulan.
Pemangkasan ini memperlihatkan bagaimana pariwisata masih menjadi penopang besar ekonomi pulau tersebut. Saat permintaan dari wisatawan turun, efek berantai bisa muncul ke sektor ritel, transportasi, makanan dan minuman, hingga usaha kecil di kawasan wisata.
Maskapai melihat permintaan bergeser
Maskapai berbiaya rendah seperti EasyJet dan Jet2 menyebut permintaan ke Siprus dan Turki melemah, sementara minat bergeser ke destinasi Mediterania Barat seperti Spanyol. Pergeseran ini menunjukkan wisatawan masih ingin bepergian, tetapi memilih rute yang dianggap lebih aman atau lebih mudah diprediksi secara biaya.
Perubahan pola permintaan juga berkaitan dengan kekhawatiran kenaikan harga tiket pesawat akibat pergerakan harga minyak. Ketika ketidakpastian geopolitik naik, pasar penerbangan biasanya merespons lebih cepat dibanding sektor lain karena biaya operasional dan persepsi risiko ikut berubah.
Yunani ikut terkena, meski tekanannya belum setajam Siprus
Di Yunani, yang ekonominya juga sangat bergantung pada musim panas, penurunan minat mulai terasa pada tahap pemesanan awal. Aegean Airlines, maskapai terbesar di negara itu, melaporkan penurunan dua digit pada pemesanan musim panas dari Israel dan negara-negara Teluk sejak konflik Iran memanas.
George Vernicos, sekretaris jenderal konfederasi pariwisata Yunani SETE, mengatakan ada perlambatan dalam pemesanan awal, meski sebagian tertahan oleh dorongan orang untuk memesan lebih cepat sebelum kenaikan harga minyak mendorong tarif penerbangan naik. Ia juga menyebut permintaan dari pasar besar di Eropa utara dan Amerika Serikat ikut melemah.
Gambaran pasar pariwisata di kawasan
Berikut ringkasan dampak yang tercatat dari sumber Reuters:
| Wilayah | Dampak utama | Catatan penting |
|---|---|---|
| Siprus | Pembatalan naik tajam, pemesanan baru turun | Pembatalan harian sempat mencapai 100% |
| Yunani | Pemesanan musim panas melambat | Terlihat pada pasar Israel, Teluk, Eropa utara, dan AS |
| Turki | Permintaan ikut melemah | Disebut oleh maskapai sebagai pasar yang terdampak |
| Mediterania Barat | Permintaan relatif bergeser naik | Spanyol disebut sebagai salah satu tujuan alternatif |
Vernicos menyebut pasar masih berada dalam fase menunggu dan melihat. Ia menambahkan bahwa tahun ini belum sepenuhnya negatif karena momentum awal sebelum perang masih cukup kuat, tetapi ketegangan yang berkepanjangan bisa mengubah arah pemulihan sektor pariwisata di kawasan tersebut.







