Rincian upacara penghormatan terakhir dan pemakaman Ayatollah Seyyed Ali Khamenei telah diumumkan oleh panitia penyelenggara di Teheran. Prosesi itu akan berlangsung selama dua hari dan diperkirakan menarik hingga 20 juta pelayat dari berbagai wilayah Iran.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, Komandan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC Wilayah Teheran yang juga memimpin panitia upacara. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa rangkaian acara akan mencakup penghormatan terakhir, salat jenazah, dan prosesi pemakaman.
Dua agenda utama di Teheran
Hassanzadeh menyebut ada dua acara utama yang dipusatkan di Teheran. Acara pertama adalah penghormatan terakhir untuk masyarakat sekaligus salat jenazah yang digelar di Imam Khomeini Grand Prayer Grounds, sedangkan prosesi iring-iringan pemakaman dilakukan di lokasi lain.
Penghormatan terakhir dibuka pada 4 Juli pukul 06.00 waktu setempat, saat area acara mulai bisa dimasuki pelayat. Menjelang waktu itu, masyarakat tidak diperkenankan masuk ke lokasi.
Salat jenazah dijadwalkan berlangsung pada pagi hari 5 Juli. Sementara itu, prosesi penghormatan terakhir tetap berjalan hingga pukul 20.00 waktu setempat pada hari sebelumnya.
Rute prosesi diatur ulang demi keamanan
Panitia tidak memilih satu jalur utama untuk prosesi pemakaman. Menurut Hassanzadeh, kajian teknis menunjukkan tidak ada satu ruas jalan pun di Teheran yang mampu menampung jutaan pelayat secara aman.
Karena itu, rute prosesi akan dibagi melalui koridor yang lebih luas di sejumlah ruas utama ibu kota. Akses kendaraan di sekitar area upacara juga akan dibatasi agar arus massa tetap terkendali.
Fasilitas dan layanan disiapkan untuk jutaan pelayat
Panitia menyiapkan lokasi khusus untuk jenazah Ayatollah Khamenei, termasuk area terpisah bagi keluarga. Panggung utama juga dibangun di tempat yang lebih tinggi agar tetap terlihat oleh pelayat yang memadati kawasan Imam Khomeini Grand Prayer Grounds.
Selama dua hari pelaksanaan, rangkaian acara resmi akan diisi oleh tokoh agama, qari internasional, penyair religi, pembaca syair duka, serta kelompok budaya dan keagamaan. Seluruh unsur itu disiapkan untuk mendukung prosesi penghormatan terakhir secara terorganisasi.
Pemerintah juga mengerahkan berbagai instansi untuk membantu kelancaran acara. Jaringan metro Teheran dan seluruh armada bus kota akan dioperasikan, sementara titik pengaturan lalu lintas disiapkan dari pintu masuk kota hingga ke area upacara.
Sedikitnya lima pusat layanan akan berdiri di sekitar lokasi acara. Fasilitas itu mencakup air minum, makanan, layanan kesehatan, toilet, tempat salat, dan kebutuhan dasar lain bagi para pelayat.
Perkiraan massa mencapai 20 juta orang
Panitia menyusun seluruh skenario berdasarkan jumlah pengunjung terbesar yang mungkin datang. Perkiraan awal berada di kisaran 12 hingga 15 juta orang, tetapi proyeksi lain menyebut angka itu bisa naik hingga 20 juta pelayat.
Untuk mengurangi penumpukan massa, jalur masuk dan keluar di area penghormatan terakhir dibuat terpisah. Pada jam-jam ramai, setiap pelayat diperkirakan memerlukan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk masuk, memberikan penghormatan, lalu meninggalkan lokasi.
Hassanzadeh juga meminta masyarakat tidak berlama-lama berada di area acara setelah memberi penghormatan. Ia menegaskan bahwa keselamatan publik menjadi prioritas utama panitia selama seluruh rangkaian prosesi berlangsung.
"Keselamatan masyarakat merupakan salah satu perhatian terbesar panitia," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pihak penyelenggara berupaya memastikan acara berjalan dengan aman dan gangguan seminimal mungkin.
Source: www.viva.co.id






