Israel Klaim Tewaskan Alireza Tangsiri, Serangan Baru Guncang Armada Iran di Selat Hormuz

Israel kembali mengklaim telah menewaskan salah satu pejabat militer tinggi Iran dalam serangan udara yang menyasar armada angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut korban serangan itu adalah Alireza Tangsiri, komandan angkatan laut IRGC, dalam pernyataan video yang disampaikan pada hari Kamis.

Klaim tersebut menambah ketegangan di tengah perang yang terus meluas antara Israel dan Iran, terutama setelah serangkaian serangan yang dikatakan menargetkan fasilitas militer, pangkalan laut, dan pejabat senior Iran. Hingga kini, pihak Iran belum mengonfirmasi kematian Tangsiri, sementara laporan dari lapangan menyebut serangan itu juga menyasar perwira senior lain di struktur komando laut Iran.

Klaim Israel dan konteks serangan

Israel Katz mengatakan serangan udara itu dilakukan pada Rabu malam dan diarahkan ke “senior officers of the naval command”. Ia menegaskan bahwa Tangsiri adalah sosok yang, menurut Israel, bertanggung jawab langsung atas operasi penanaman ranjau dan upaya memblokir Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.

Pernyataan itu muncul saat Israel terus menekan kemampuan laut Iran melalui serangan beruntun. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Israel dilaporkan menghantam aset laut Iran, termasuk kapal-kapal militer di kawasan Laut Kaspia.

Peran Tangsiri dalam strategi laut Iran

Menurut laporan Al Jazeera dari Teheran, Alireza Tangsiri dikenal sebagai komandan yang berpengaruh dalam pembentukan doktrin laut Iran. Ia disebut berperan besar dalam pengembangan kemampuan IRGC Navy, termasuk aspek teknis dan penggunaan drone untuk kepentingan militer maritim.

Reporter Al Jazeera, Ali Hashem, menyebut Tangsiri juga aktif mengawasi langsung upaya Iran memperkuat kendali di Selat Hormuz. Dalam beberapa pekan terakhir, ia dilaporkan berada di Bandar Abbas dan memantau kebijakan pembatasan terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur air strategis itu.

Dampak Selat Hormuz bagi pasar energi

Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif dalam konflik ini karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama ekspor minyak dunia. Iran disebut telah menghalangi kapal yang dianggap terkait dengan perang Amerika Serikat dan Israel, namun masih membiarkan sebagian kapal lain lewat dengan pengawasan ketat.

Langkah itu ikut mendorong lonjakan harga energi global, karena pasar melihat adanya risiko gangguan terhadap suplai minyak. Jasem Mohamed Albudaiwi, sekretaris jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, mengatakan Iran bahkan memungut biaya untuk memberi jalur aman bagi kapal-kapal yang melintas.

Korban sipil terus bertambah

Di tengah klaim pembunuhan pejabat militer, dampak paling besar tetap menimpa warga sipil Iran. Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Jafarian mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hampir satu bulan konflik telah menewaskan sedikitnya 1.937 orang, termasuk 452 perempuan dan anak-anak.

Ia juga menyebut sedikitnya 24.800 orang terluka, termasuk 4.000 perempuan dan 1.621 anak-anak. Sebelumnya, Al Jazeera melaporkan dua remaja laki-laki tewas di Shiraz, memperlihatkan bahwa serangan yang terjadi terus meluas ke kawasan permukiman.

Pernyataan dari pihak Amerika Serikat

Komandan US Central Command, Laksamana Brad Cooper, mengatakan pembunuhan Alireza Tangsiri “membuat kawasan lebih aman”. Ia juga menyebut pasukan Amerika telah menghancurkan sekitar 92 persen kapal laut besar Iran dalam operasi yang sedang berlangsung.

Pernyataan itu menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara strategi militer Israel dan operasi Amerika Serikat di kawasan. Meski begitu, klaim semacam itu belum dapat diverifikasi secara independen dari pihak ketiga.

Nama-nama pejabat Iran yang diklaim menjadi target

Berikut sejumlah tokoh Iran yang disebut Israel telah menjadi sasaran dalam rangkaian serangan terbaru:

  1. Alireza Tangsiri, komandan angkatan laut IRGC.
  2. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.
  3. Ali Larijani, pejabat keamanan Iran.
  4. Gholamreza Soleimani, pimpinan pasukan paramiliter Basij.
  5. Esmail Khatib, menteri intelijen Iran.

Daftar itu menegaskan pola serangan yang tidak hanya menyasar infrastruktur militer, tetapi juga figur penting dalam struktur keamanan Iran. Namun, belum semua klaim Israel tersebut mendapat konfirmasi resmi dari Teheran.

Respons dan situasi terbaru di Teheran

Tohid Asadi dari Al Jazeera di Teheran mengatakan belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Iran terkait kematian Tangsiri. Ia menyebut jika klaim Israel benar, maka ini akan menjadi pukulan besar lain bagi Iran yang telah kehilangan banyak komandan militernya.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel juga menargetkan kapal dan aset angkatan laut Iran di Laut Kaspia. Serangan itu memperlihatkan bahwa front konflik kini tidak hanya berlangsung di darat dan udara, tetapi juga merambah kekuatan maritim Iran yang selama ini penting bagi strategi regionalnya.

Situasi di Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama karena setiap eskalasi di jalur sempit itu dapat memengaruhi perdagangan global, keamanan energi, dan stabilitas kawasan Teluk. Dengan belum adanya konfirmasi resmi dari Iran, perkembangan berikutnya akan sangat menentukan apakah klaim Israel ini akan dibantah, dibenarkan, atau justru memicu serangan balasan baru.

Exit mobile version